JAKARTA — Delegasi DPRD Sulawesi Utara yang dipimpin Wakil Ketua Michaela Elsiana Paruntu dan Royke Anter tak hanya berhenti di gedung parlemen. Setelah bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, rombongan melanjutkan perjalanan ke Sekretariat Negara. Tujuannya, memastikan seluruh aspirasi mahasiswa tercatat secara resmi dalam administrasi kenegaraan agar bisa segera ditindaklanjuti kementerian terkait.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Gedung Nusantara itu, MEP menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tanggung jawab konstitusional wakil rakyat. Ia menyebut hak bersuara mahasiswa sebagai tulang punggung masa depan Sulawesi Utara wajib diperjuangkan.
Pertemuan dengan Sari Yuliati yang juga Bendahara Umum DPP Partai Golkar itu menjadi wadah penyampaian berbagai harapan, tantangan, dan tuntutan generasi muda Bumi Nyiur Melambai. Delegasi DPRD Sulut yang turut hadir antara lain Hillary Tuwo, Reza Waworuntu, Rasky Mokodompit, serta jajaran Komisi I DPRD Sulut.
“Tujuan utama kami datang langsung ke Jakarta adalah memastikan aspirasi daerah tidak terhenti di tingkat provinsi, melainkan benar-benar terdengar dan didengar oleh para pembuat kebijakan di pusat. Mahasiswa adalah tulang punggung masa depan Sulawesi Utara, maka hak bersuara mereka wajib kami perjuangkan,” tegas MEP dalam pernyataannya.
Langkah kedua ke Sekretariat Negara dinilai krusial. Menurut MEP, pencatatan resmi dalam administrasi kenegaraan menjadi jaminan bahwa tuntutan mahasiswa tidak akan hilang atau terabaikan. Dengan begitu, kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat memiliki landasan formal untuk menindaklanjuti persoalan pendidikan dan kesejahteraan anak muda di Sulawesi Utara.
Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjawab kebutuhan dunia pendidikan serta kesejahteraan generasi muda. DPRD Sulut berkomitmen menjadi jembatan antara suara mahasiswa dan kebijakan nasional.