MANADO — Pemerintah pusat memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Utara memasuki tahap akhir. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, gedung permanen yang berlokasi di Kabupaten Minahasa itu sudah mencapai progres 80 persen dan akan segera beroperasi.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Miskin dan Pinggiran (SRMP) 21 Manado, Kamis (11/6/2026). Ia menjelaskan, bangunan yang saat ini digunakan untuk program rintisan masih bersifat sementara.
Kompleks permanen ini dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa dari tiga jenjang pendidikan sekaligus. Tidak hanya ruang kelas, pemerintah juga menyiapkan asrama, laboratorium, perpustakaan, serta fasilitas olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler.
"Sebentar lagi akan selesai. Di sana tersedia asrama, ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler," kata Gus Ipul dalam sambutannya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Minahasa merupakan bagian dari program nasional Presiden untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Pemerintah berharap, dengan hadirnya fasilitas permanen ini, kualitas layanan pendidikan dan pembinaan siswa bisa lebih optimal.
Keberadaan asrama menjadi salah satu poin krusial. Dengan sistem boarding school, siswa tidak hanya mendapat pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter dan keterampilan hidup secara terpadu. Program ini menyasar daerah-daerah dengan angka kemiskinan tinggi di Indonesia, termasuk Sulawesi Utara.
Meski pembangunan fisik hampir rampung, pemerintah belum merilis tanggal pasti operasional. Yang jelas, gedung permanen ini akan menggantikan fungsi SRMP 21 Manado yang saat ini masih bersifat rintisan. Setelah resmi beroperasi, Sekolah Rakyat di Minahasa akan menjadi salah satu model pendidikan inklusif bagi daerah lain di Indonesia Timur.