Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Indonesia Prinsip Bertetangga Baik, Tak Bisa Pilih Negara

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 20:43:31 WIB
Prabowo menegaskan politik luar negeri Indonesia berprinsip bertetangga baik tanpa memilih negara tertentu.

SULAWESI UTARA — Prabowo menjelaskan, posisi Indonesia sebagai negara besar di ASEAN dan anggota forum global seperti APEC, OKI, BRICS, hingga G20 membuat hubungan internasional menjadi prioritas. Menurutnya, menjaga komunikasi dengan semua negara sahabat merupakan bagian dari strategi memperjuangkan kepentingan rakyat di tingkat global.

"Saya katakan politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik. Kita ingin menjadi tetangga yang baik kepada semua negara sekitar kita dan negara yang lain di dunia," kata Prabowo dalam sambutannya.

Prinsip Non-Eksklusif dalam Diplomasi RI

Prabowo menegaskan Indonesia tidak bisa memilih hanya menjalin hubungan dengan satu negara dan mengabaikan negara lain. Ia mencontohkan, undangan dari Presiden Amerika Serikat, Rusia, China, India, dan negara lain harus dipenuhi sebagai bentuk komitmen diplomasi.

"Kalau Presiden Amerika Serikat mengundang, Presiden Indonesia hadir. Presiden Rusia undang juga, ya hadir. Diundang Presiden Xi Jinping, ya hadir. Diundang India, ya hadir," ujarnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Prabowo mengaku telah menerima 18 duta besar negara sahabat. Sebagian besar menyampaikan undangan kunjungan kenegaraan dari presiden atau perdana menteri masing-masing negara.

Nasionalisme Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi

Di hadapan para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI, Prabowo juga mengingatkan pentingnya pemahaman sejarah bangsa dan penumbuhan rasa nasionalisme. Ia menilai pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tidak bisa berjalan tanpa kecintaan terhadap tanah air.

"Tanpa kesetiaan kepada sejarah, tanpa cinta tanah air, tidak ada pertumbuhan tanpa nasionalisme," tegasnya.

Pernyataan Prabowo ini menjadi penegasan atas konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Sejak era pemerintahan sebelumnya, prinsip bertetangga baik dan tidak memihak pada satu blok kekuatan menjadi doktrin utama diplomasi RI.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Back to top