SULAWESI UTARA — Badan seismologi Filipina mencatat pusat gempa berada di kedalaman 60 kilometer lepas pantai Provinsi Davao Occidental. Guncangan keras berlangsung selama lebih dari 30 detik, cukup lama untuk meruntuhkan bangunan yang tidak dirancang tahan gempa.
Berdasarkan dokumentasi yang beredar, retakan tanah terbuka di Jalan Raya Davao-Gensan, jalur utama penghubung dua kota besar di selatan Mindanao. Lebar retakan bervariasi antara 30 sentimeter hingga satu meter, dengan kedalaman yang belum bisa diukur karena risiko longsor susulan.
Di Barangay Malita, retakan serupa membelah halaman rumah dan area parkir warga. Seorang warga setempat merekam video yang memperlihatkan mobil terperangkap di tepi jurang kecil yang terbentuk akibat pergeseran tanah.
Pemerintah daerah setempat telah mengaktifkan pusat evakuasi darurat di tiga titik. Warga di wilayah pesisir diminta tetap waspada terhadap potensi tsunami susulan meskipun peringatan dini sudah dicabut.
Jembatan kayu di Kecamatan Don Marcelino ambruk sebagian, memutus akses ke tiga desa terpencil. Saluran listrik dan komunikasi di enam kota masih terputus hingga Rabu pagi waktu setempat.
Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Filipina (NDRRMC) mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan ke lokasi terdampak. Prioritas utama adalah membersihkan puing-puing di jalan utama agar alat berat bisa masuk ke permukiman.
Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, dan tenda darurat mulai didistribusikan dari pusat logistik di Kota Davao. Badan meteorologi setempat memperingatkan kemungkinan gempa susulan berkekuatan M5,0 hingga M6,0 dalam beberapa hari ke depan.