Gempa 7,7 M Guncang Sitaro, Plt Kadis Pendidikan Pastikan Tak Ada Sekolah Rusak dan Aktivitas Belajar Normal Kembali

Penulis: Edi Wahyono  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 20:13:01 WIB
Gempa magnitudo 7,7 di Sitaro tidak menyebabkan kerusakan pada bangunan sekolah.

MANADO — Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin lalu tidak berdampak pada infrastruktur pendidikan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sitaro, Harold Kalangit, memastikan tidak ada satuan pendidikan yang mengalami kerusakan.

“Dari segi prasarana atau bangunan sekolah tidak ada yang terdampak atau mengalami kerusakan. Dari sisi warga sekolah juga tidak ada yang mengalami luka fisik maupun psikis,” kata Harold saat dihubungi, Selasa (9/6).

Evakuasi Berjalan Cepat Saat Ujian Berlangsung

Saat gempa terjadi, Dinas Pendidikan justru tengah memantau pelaksanaan ujian akhir sumatif di seluruh sekolah. Prosedur evakuasi langsung diaktifkan tanpa menunggu instruksi lebih lanjut.

Harold menjelaskan, evakuasi dipimpin langsung oleh kepala sekolah dan guru di masing-masing ruang kelas. Seluruh aktivitas belajar, termasuk ujian, segera dihentikan. Peserta didik diarahkan menuju halaman sekolah untuk menghindari risiko reruntuhan.

Prosedur ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang telah disosialisasikan secara mandiri oleh Dinas Pendidikan kepada seluruh sekolah di Sitaro.

Pemkab Minta Sekolah Proaktif Pantau Kondisi

Plt Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, turun tangan menginstruksikan seluruh pihak untuk proaktif memantau dan melaporkan perkembangan di lapangan pascagempa. Meskipun tidak menerima laporan langsung dari satuan pendidikan, Dinas Pendidikan secara aktif menghubungi sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan bencana.

“Kesiapsiagaan tenaga pendidik cukup baik. Guru selalu bersama peserta didik di ruang kelas dan menjadi pihak terakhir yang meninggalkan ruangan saat evakuasi,” ujar Harold.

Langkah Mitigasi Jangka Panjang: Sekolah Tahan Gempa

Ke depan, Dinas Pendidikan berencana memperkuat mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Salah satu prioritas adalah memastikan tata letak bangunan sekolah memiliki area terbuka yang cukup untuk jalur dan titik evakuasi.

Setiap pembangunan fasilitas pendidikan baru akan mewajibkan pemaparan desain dan rencana anggaran biaya (RAB) kepada sekolah dan Dinas Pendidikan. Tujuannya, aspek keamanan terhadap potensi bencana sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan.

Program SPAB Bakal Diperkuat: Helm hingga Tabung Oksigen

Harold menambahkan, program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) akan terus diperkuat melalui pemetaan sekolah di wilayah rawan bencana, simulasi kebencanaan rutin, dan pembentukan tim siaga bencana di sekolah.

Kebutuhan perlengkapan darurat seperti helm, rompi, alat penerangan darurat, kotak pertolongan pertama, ransum darurat, dan tabung oksigen portabel juga akan diadakan secara bertahap.

“Untuk mewujudkan satuan pendidikan yang aman bencana, dibutuhkan dukungan serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan daerah, termasuk BPBD dan para pengambil kebijakan,” kata Harold.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top