Bukan Cuma MIT dan Stanford, Ini 10 Universitas Terbaik Dunia Versi QS 2026—Ada yang Naik 120 Peringkat

Penulis: Dedi Supriadi  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 22:57:50 WIB
Massachusetts Institute of Technology kembali menduduki peringkat pertama universitas terbaik dunia versi QS 2026.

SULAWESI UTARA — Massachusetts Institute of Technology kembali mempertahankan gelar kampus nomor satu dunia. Kampus yang berbasis di Cambridge, Massachusetts ini dikenal sebagai mesin inovasi global, khususnya di bidang sains dan teknologi. Dari 11.000 mahasiswanya, ribuan berasal dari luar AS.

Namun, gelar terbaik datang dengan banderol yang tak murah. Untuk tahun ajaran 2025–2026, biaya program sarjana mencapai USD 89.340 per tahun—setara sekitar Rp 1,43 miliar (kurs Rp 16.000). Sementara untuk program pascasarjana seperti Master of Science, biayanya menyentuh USD 138.310 atau sekitar Rp 2,2 miliar per tahun. Angka itu sudah mencakup biaya hidup, tempat tinggal, dan konsumsi.

MIT juga menawarkan lebih dari sekadar ruang kelas. Kampus ini memiliki 12 museum dan galeri, termasuk MIT Museum yang dikunjungi 125.000 orang setiap tahun. Ada pula 60 komunitas seni, dari teater hingga musik, yang membuat kehidupan kampus tak melulu soal kalkulus dan kode program.

Imperial College London Geser Stanford, Biaya MBA Capai Rp 1,3 Miliar

Posisi kedua ditempati Imperial College London, yang fokus pada sains, teknik, kedokteran, dan bisnis. Kampus ini menekankan riset terapan untuk menjawab tantangan global—seperti perubahan iklim dan kesehatan masyarakat. Lebih dari 60 persen mahasiswanya berasal dari luar Inggris, menjadikannya salah satu kampus paling internasional di dunia.

Soal biaya, program BSc Economics, Finance and Data Science dipatok GBP 42.700 per tahun (sekitar Rp 860 juta). Sedangkan Executive MBA—program andalan para eksekutif—mencapai GBP 80.500 per tahun atau setara Rp 1,3 miliar.

Pergeseran Peringkat: Sunway University Bikin Kejutan

Di luar jajaran puncak, QS 2026 mencatat dinamika menarik. Sekitar 500 universitas berhasil memperbaiki peringkatnya. Salah satu yang paling fenomenal adalah Sunway University di Malaysia, yang melesat lebih dari 120 peringkat dalam setahun. Pencapaian ini menunjukkan bahwa universitas di Asia Tenggara mulai diperhitungkan secara serius di kancah global.

Bagi calon mahasiswa Indonesia, data ini bisa jadi peta awal. Memilih kampus bukan cuma soal nama besar, tapi juga soal kesesuaian bidang studi, biaya, dan peluang karier setelah lulus. Apalagi, jaringan alumni global dari kampus-kampus top sering menjadi tiket emas untuk masuk ke perusahaan multinasional.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: mawar#4177 This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top