BITUNG — Misteri genangan air yang meresahkan pengguna Jalan Nasional di Kelurahan Manembo-Nembo, tepatnya di sekitar kantor FIF, akhirnya menemukan titik terang. Manajemen Perumda Air Minum Duasudara Bitung memastikan aliran air yang membanjiri badan jalan itu bukan berasal dari jaringan pipa distribusi mereka.
Dugaan kebocoran pipa sempat berkembang di tengah masyarakat dan menjadi kekhawatiran tersendiri. Warga berharap persoalan ini segera ditangani karena aliran air dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Penelusuran Langsung ke Lapangan
Menanggapi keresahan itu, Perumda Air Minum Duasudara tidak tinggal diam. Tim teknis langsung diterjunkan untuk melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan asal-usul sumber air yang mengalir ke jalan.
Hasilnya, dugaan warga tentang kebocoran pipa dipastikan keliru. Direktur Perumda Air Minum Duasudara Bitung, Sir Alfred Salindeho, SE, MM, menegaskan bahwa air yang meluber tersebut bukan berasal dari jaringan pipa milik perusahaan pelat merah.
“Perlu diketahui oleh khalayak ramai, bahwa air yang meluber ke jalan di Manembo-Nembo bukanlah air dari Perumda Air Minum,” tegas Alfred.
Sumber Air Berasal dari Sungai Kecil di Manembo-Nembo Atas
Berdasarkan temuan di lapangan, sumber air diketahui berasal dari sebuah sungai kecil yang berada di wilayah Manembo-Nembo Atas. Aliran sungai tersebut dikatakan jebol hingga akhirnya melintasi dan menggenangi Jalan Nasional di Kelurahan Manembo-Nembo.
Klarifikasi ini sekaligus menjawab kebingungan warga yang selama ini mengira jaringan pipa air bersih mengalami kebocoran. Dengan diketahui sumber persoalan yang sebenarnya, penanganan pun diharapkan bisa dilakukan oleh pihak yang tepat sasaran.
Imbauan untuk Masyarakat
Perumda Air Minum Duasudara mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum sumber persoalan dipastikan melalui pengecekan di lapangan. Pihaknya meminta warga untuk lebih dulu melaporkan dugaan gangguan ke kanal resmi pengaduan agar bisa ditindaklanjuti secara cepat dan akurat.
Dengan adanya penjelasan resmi ini, diharapkan penanganan aliran air yang meluber ke Jalan Nasional dapat segera dilakukan oleh instansi terkait sesuai dengan sumber permasalahannya. (zet)