SULAWESI UTARA — Membeli smartphone bekas kini menjadi strategi yang semakin relevan di tengah harga ponsel anyar yang terus merangkak naik. Alih-alih membeli unit entry-level baru dengan kompromi di berbagai sektor, konsumen Indonesia dapat mengalihkan budget ke mantan flagship yang performanya masih jauh di atas kelas menengah saat ini. Terlebih jika unit yang dipilih masih dilengkapi garansi resmi, risiko pembelian menjadi lebih terukur.
Memasuki tahun 2026, setidaknya ada tiga model yang menonjol di pasar secondhand karena kombinasi harga yang sudah turun drastis dan daya tahan spesifikasi yang masih relevan untuk 2-3 tahun ke depan. Berikut rinciannya:
iPhone 13: Gerbang Masuk Ekosistem Apple yang Masih Tangguh
Bagi pengguna yang ingin merasakan ekosistem iOS tanpa membayar harga flagship terbaru, iPhone 13 adalah pilihan paling rasional. Chipset A15 Bionic yang tertanam di dalamnya masih mampu menangani aplikasi berat, editing video 4K, hingga game bergrafis tinggi tanpa hambatan berarti.
Keunggulan utama lainnya adalah kebijakan pembaruan software dari Apple. iPhone 13 dipastikan masih menerima update iOS resmi untuk beberapa tahun ke depan, sebuah nilai plus yang jarang dimiliki ponsel Android di kelas harga yang sama.
Dari sektor kamera, konfigurasi ganda 12 MP dengan Sensor-shift OIS dan dukungan Cinematic Mode masih menjadi standar emas untuk perekaman video di kelasnya. Hasil jepretan dan rekamannya sulit ditandingi ponsel menengah baru yang dibanderol lebih mahal. Di pasar Indonesia, harga bekasnya berkisar Rp6,5 juta hingga Rp7 juta tergantung kapasitas penyimpanan dan kondisi fisik unit.
Samsung Galaxy S22 Ultra: S Pen dan Zoom Periskop di Harga Menengah
Samsung Galaxy S22 Ultra menawarkan kombinasi fitur yang tidak dimiliki ponsel lain di rentang harga yang sama: S Pen tersimpan di bodi dan kamera periskop dengan optical zoom 10x. Dua fitur ini menjadikannya alat produktivitas sekaligus kamera serba bisa untuk kebutuhan fotografi jarak jauh.
Layar Dynamic AMOLED 2X beresolusi QHD+ dengan refresh rate 120 Hz masih menjadi salah satu panel terbaik yang pernah ada di ponsel Android. Pengalaman menonton dan scrolling terasa sangat mulus, bahkan dibandingkan dengan kompetitor anyar di kelas menengah.
Harga bekasnya di tahun 2026 mulai dari Rp4,5 juta hingga Rp5,8 juta, angka yang terbilang wajar untuk sebuah mantan flagship dengan segudang fitur. Ini adalah pilihan tepat bagi pengguna Android yang mendambakan perangkat "all-in-one" tanpa kompromi.
Poco F5: Opsi Gaming Kelas Menengah dengan Performa Flagship
Untuk gamer dengan budget terbatas, Poco F5 adalah incaran utama di pasar bekas. Ditenagai Snapdragon 7+ Gen 2, performanya diklaim menyamai chipset flagship generasi sebelumnya namun dengan efisiensi daya yang lebih baik. Artinya, sesi gaming panjang tidak akan cepat menguras baterai atau membuat bodi cepat panas.
Poco F5 membuktikan bahwa label "flagship killer" masih relevan. Ia menjadi pilihan cerdas bagi mereka yang mengutamakan kecepatan dan frame rate stabil di game kompetitif, tanpa perlu membayar mahal untuk fitur kamera yang mungkin jarang digunakan.
Mana yang Paling Cocok untuk Anda?
Keputusan akhir kembali pada prioritas masing-masing. Pilih iPhone 13 jika Anda menginginkan ekosistem iOS, kamera video terbaik, dan ketenangan pikiran berkat update software jangka panjang. Pilih Galaxy S22 Ultra jika Anda butuh alat produktivitas dengan S Pen dan kamera zoom jauh untuk fotografi. Dan pilih Poco F5 jika prioritas utama Anda adalah performa gaming maksimal dengan budget paling hemat.
Sebelum membeli unit bekas, pastikan untuk memeriksa kondisi baterai, layar, dan kamera secara menyeluruh. Membeli dari penjual terpercaya yang menyediakan garansi toko atau garansi resmi yang masih aktif adalah langkah bijak untuk meminimalisir risiko.