MANADO — Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Watekhi, mengungkapkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 berada di angka 112,27. Dari empat daerah cakupan IHK di provinsi ini, seluruhnya mengalami inflasi tahunan.
“Pada Juli 2026, Provinsi Sulawesi Utara mengalami inflasi year-on-year sebesar 2,53 persen dengan IHK 112,27. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran,” ujar Watekhi dalam rilis resminya.
Manado Tertinggi, Minahasa Utara Terendah
Data BPS menunjukkan Kota Manado mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,52 persen. Disusul Kota Kotamobagu dengan inflasi 1,67 persen, Kabupaten Minahasa Selatan 1,08 persen, dan Kabupaten Minahasa Utara menjadi yang terendah dengan 1,00 persen.
Meski secara tahunan mengalami inflasi, Sulawesi Utara justru mencatat deflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 1,05 persen. Sementara itu, inflasi year-to-date (y-to-d) hingga Juli 2026 mencapai 3,38 persen.
Pendidikan dan Perhiasan Jadi Pemicu Utama
Secara sektoral, kelompok pengeluaran pendidikan menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan mencapai 11,67 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik 9,66 persen, serta transportasi yang menguat 5,81 persen.
Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan turut mencatat inflasi 3,20 persen. Adapun kelompok rekreasi, olahraga dan budaya mengalami kenaikan lebih rendah, yakni 2,45 persen.
BPS merinci sejumlah komoditas yang mendorong inflasi tahunan. Di antaranya emas perhiasan, angkutan udara, biaya akademi atau perguruan tinggi, ikan malalugis, ikan cakalang, daun bawang, telepon seluler, ikan deho, bensin, minyak goreng, mobil, bawang putih, sepeda motor, hingga jasa pemeliharaan kendaraan.
Cabai dan Daging Babi Justru Menahan Laju Inflasi
Di sisi lain, terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi atau menahan laju inflasi secara tahunan. Bahan pangan seperti cabai rawit, tomat, daging babi, bawang merah, beras, dan cabai merah tercatat mengalami penurunan harga.
Selain itu, minuman ringan, terong, lemon, cumi-cumi, jahe, wortel, serta telur ayam ras juga menjadi penyeimbang inflasi di Sulawesi Utara sepanjang tahun berjalan.