Pencarian

7 Curug atau Air Terjun di Sulawesi Utara yang Wajib Dikunjungi, Lengkap dengan Harga Tiket dan Jalur Akses

Jumat, 10 Juli 2026 • 22:12:01 WIB
7 Curug atau Air Terjun di Sulawesi Utara yang Wajib Dikunjungi, Lengkap dengan Harga Tiket dan Jalur Akses
Air Terjun Tumimperas di Tomohon Utara menawarkan pemandangan dua undakan setinggi 40 meter dengan kolam renang alami.

Manado bukan cuma soal pantai dan Gunung Lokon. Di balik rimbunnya hutan tropis Sulawesi Utara, ada puluhan curug yang airnya mengalir sepanjang tahun. Beberapa sudah dikelola resmi oleh desa atau Dinas Pariwisata, sebagian lain masih liar dan hanya dikenal warga setempat.

Tujuh curug di bawah ini saya pilih berdasarkan aksesibilitas, keunikan bentuk, dan kelayakan untuk dikunjungi wisatawan umum—bukan sekadar daftar viral. Semua pernah saya datangi langsung, bukan dari Google Maps semata.

1. Air Terjun Tumimperas

Berada di Kelurahan Tumimperas, Kecamatan Tomohon Utara, curug ini punya dua undakan dengan ketinggian total sekitar 40 meter. Kolam di bawahnya cukup dalam untuk berenang—tapi siap-siap, airnya dingin menusuk tulang.

Tiket masuk Rp10.000 per orang. Parkir motor Rp2.000. Jalurnya turunan beton sekitar 200 meter dari area parkir. Jangan datang sore hari setelah pukul 16.00 karena kabut tebak turun cepat dan jalur jadi licin.

2. Air Terjun Kembar Mahawu

Lokasinya di kaki Gunung Mahawu, masuk wilayah Kelurahan Kakaskasen, Tomohon. Disebut kembar karena dua aliran air jatuh berdampingan dari tebing yang sama. Debit air paling deras antara November dan Maret.

Tidak ada tiket resmi. Cukup bayar sukarela untuk parkir Rp5.000. Akses jalan tanah dari jalan utama sekitar 1 kilometer. Motor matik masih bisa, tapi mobil disarankan parkir di bawah lalu jalan kaki.

3. Air Terjun Tunan

Curug ini berada di Desa Tunan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa. Ketinggian sekitar 25 meter dengan kolam alami selebar 15 meter. Airnya jernih kebiruan karena kandungan mineral dari pegunungan sekitarnya.

Tiket Rp5.000 per orang. Buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00. Jalur dari parkir ke curug hanya 5 menit jalan kaki—cocok untuk keluarga dengan anak kecil. Tapi tidak ada warung di lokasi, bawa bekal sendiri.

4. Air Terjun Lelak

Berada di Desa Lelak, Kecamatan Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan. Curug ini unik karena airnya jatuh langsung ke sungai kecil, bukan ke kolam. Pemandangannya terbuka karena tebing di sekitarnya tidak terlalu tinggi.

Akses dari jalan raya Trans Sulawesi sekitar 3 kilometer jalan desa. Motor bisa masuk, mobil harus parkir di pinggir jalan utama. Tiket Rp5.000. Tidak disarankan saat hujan deras karena sungai bisa naik cepat.

5. Air Terjun Muntei

Berada di Desa Muntei, Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa. Ketinggian sekitar 50 meter, curug tertinggi di daftar ini. Tebing di sekitarnya ditumbuhi lumut tebal, memberi kesan mistis.

Tiket Rp10.000. Parkir Rp2.000. Jalurnya lumayan berat: 500 meter turunan curam dengan batu licin. Pakai sepatu karet atau sandal gunung yang grip-nya bagus. Waktu tempuh dari Manado sekitar 1,5 jam dengan kendaraan pribadi.

6. Air Terjun Ranoako

Lokasinya di Desa Ranoako, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa. Curug ini punya tiga tingkat, masing-masing dengan kolam sendiri. Tingkat pertama paling mudah dijangkau, tingkat ketiga butuh panjat tebing kecil.

Tiket Rp10.000 sudah termasuk parkir. Buka setiap hari. Di sekitar lokasi ada beberapa gazebo sederhana untuk piknik. Sayangnya, sampah plastik dari pengunjung masih jadi masalah di sini—bawa pulang sampah Anda.

7. Air Terjun Timbukar

Berada di Desa Timbukar, Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara. Curug ini punya debit air stabil sepanjang tahun karena sumbernya dari mata air pegunungan, bukan tadah hujan. Kolamnya dangkal, maksimal 1,5 meter.

Tiket masuk Rp5.000. Tidak ada petugas tetap, cukup titip uang di kotak yang disediakan. Jalan dari Manado sekitar 2 jam. Jalur terakhir 500 meter rusak berat—motor trail sangat disarankan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua curug di Sulawesi Utara bisa diakses dengan motor matik?
Tidak. Curug Timbukar dan Muntei butuh motor dengan ground clearance tinggi. Untuk Tumimperas dan Tunan, motor matik masih oke.

Berapa biaya total untuk mengunjungi tujuh curug ini?
Kisaran Rp35.000 hingga Rp70.000 per orang untuk tiket dan parkir, tergantung kendaraan. Belum termasuk bensin dan makan.

Kapan waktu terbaik berkunjung?
Mei hingga Oktober. Di luar bulan itu, jalur licin dan debit air terlalu deras untuk beberapa curug seperti Kembar Mahawu dan Ranoako.

Apakah ada pemandu lokal yang bisa disewa?
Untuk curug Muntei dan Timbukar, bisa minta tolong warga desa dengan bayaran sukarela Rp20.000–Rp50.000. Untuk curug lain, jalur sudah jelas dan tidak perlu pemandu.

Apakah curug-curug ini aman untuk anak-anak?
Tunan dan Tumimperas relatif aman karena kolam dangkal dan jalur pendek. Muntei dan Ranoako tidak disarankan untuk anak di bawah 10 tahun.

Air terjun di Sulawesi Utara bukan sekadar tempat foto. Masing-masing punya karakter medan, suhu air, dan tingkat kesulitan yang berbeda. Datang dengan persiapan fisik dan perlengkapan yang tepat—bukan cuma modal kamera ponsel.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks