SULAWESI UTARA — Pencapaian bersejarah itu terukir setelah Messi mencetak gol dalam laga yang berlangsung di fase knockout Piala Dunia. Dengan torehan tersebut, nama pemain berusia 37 tahun itu kini sejajar dengan legenda Jerman, Klose, di puncak daftar top skor sepanjang masa turnamen sepak bola terbesar di dunia.
De Paul Bongkar Sikap Messi soal Rekor
Meski publik dan media ramai menyoroti pencapaian monumental ini, De Paul memastikan bahwa Messi memiliki pandangan berbeda. "Messi tuh nggak peduli akan hal itu," ujar rekan setimnya di timnas Argentina tersebut.
Pernyataan itu memperkuat citra Messi yang selama ini dikenal lebih mementingkan kesuksesan kolektif tim dibandingkan catatan individu. Baginya, membawa pulang trofi Piala Dunia untuk Argentina adalah prioritas utama yang sudah ia buktikan pada edisi 2022 lalu.
Perjalanan Messi ke Puncak Pencetak Gol
Rekor 16 gol Messi tercipta dalam lima edisi Piala Dunia yang ia ikuti sejak debutnya pada 2006 di Jerman. Dari assist untuk Crespo hingga gol-gol krusial di fase gugur, setiap turnamen menambah porsi namanya dalam buku sejarah.
Klose sebelumnya memegang rekor tersebut sendirian sejak 2014. Kini, Messi menjadi pemain aktif pertama yang berhasil menyamai catatan legenda Bayern Munchen dan Lazio tersebut.
Apa Kata Klose soal Rekornya Disamai?
Miroslav Klose sendiri sudah beberapa kali memberikan pujian kepada Messi. Ia menganggap wajar jika rekor golnya terpecahkan atau disamai oleh pemain sekaliber bintang asal Rosario itu.
Hingga berita ini diturunkan, Messi belum memberikan komentar resmi secara langsung terkait pencapaian individu tersebut. Fokusnya saat ini sepenuhnya tertuju pada laga-laga selanjutnya bersama skuad Albiceleste.
Dampak Rekor bagi Timnas Argentina
Bagi Argentina, memiliki pemain dengan naluri gol setajam Messi di puncak kariernya merupakan keuntungan besar. Pelatih Lionel Scaloni pun tak perlu meragukan lagi kemampuan sang kapten untuk menjadi pembeda di momen-momen krusial.
Catatan ini juga menjadi modal psikologis jelang pertandingan-pertandingan berat ke depan. Dengan Messi yang tetap haus gol, lini depan Argentina menjadi ancaman konstan bagi setiap lawan.