Pencarian

Gempa 7,7 SR Guncang Sulawesi Utara, BPBD Catat Enam Kali Gempa Susulan hingga Senin Siang

Senin, 08 Juni 2026 • 12:26:31 WIB
Gempa 7,7 SR Guncang Sulawesi Utara, BPBD Catat Enam Kali Gempa Susulan hingga Senin Siang
Gempa 7,7 SR mengguncang Sulawesi Utara dengan enam kali gempa susulan hingga Senin siang.

MANADO — Enam kali gempa susulan tercatat hingga Senin siang setelah gempa utama 7,7 SR mengguncang Sulawesi Utara. Kepala BPBD Sulut Adolf Tamengkel menyatakan data tersebut sesuai catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pusat Gempa dan Mekanisme Thrust Fault

Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan 7,7 SR terjadi pukul 06.37 WIB dengan pusat di koordinat 5,80 LU – 125,14 BT. Gempa dangkal dengan kedalaman 47 kilometer ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme thrust fault atau pergerakan naik yang berpotensi tsunami.

Warga Pesisir Diminta Tidak Lengah

Adolf Tamengkel secara khusus meminta warga yang tinggal di daerah pinggiran pantai untuk tetap hati-hati. “Jadi masyarakat Sulut harus tetap waspada terus terutama yang tinggal di daerah pinggiran pantai pasca gempa bumi 7,7 SR, karena masih ada gempa susulan,” ujarnya di Manado, Senin.

Peringatan serupa sebelumnya sempat dikeluarkan untuk warga di Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Sitaro, dan Bolaang Mongondow Utara. Mereka diminta segera menuju titik aman dan tidak menunggu air laut surut atau gelombang pertama muncul.

Estimasi Gelombang dan Status Waspada

BMKG memperkirakan gelombang pertama akibat gempa ini mencapai Kepulauan Sangihe pada pukul 06.51 WIB. Wilayah lain seperti Kota Bitung, Kepulauan Talaud, Minahasa Selatan, hingga wilayah di Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur masuk dalam status waspada dengan estimasi ancaman hingga pukul 08.14 WIB.

Kerusakan Ringan Terlapor, Tidak Ada Korban

Pasca gempa, laporan dari sejumlah kabupaten dan kota menunjukkan tidak ada kerusakan berat. Adolf Tamengkel menyebut kerusakan ringan terjadi di Kabupaten Talaud dan Sangihe, namun tidak fatal. Rumah warga dan fasilitas umum hingga pukul 11.00 Wita tidak mengalami kerusakan berarti.

“Hanya naik sedikit air laut di daerah pulau di Sangihe Marore tapi tidak mengganggu aktivitas warga,” kata Tamengkel. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.

Koordinasi Penuh dengan TNI, Polri, dan Relawan

Saat gempa terjadi, BPBD langsung berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan unsur relawan untuk mendukung proses evakuasi. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat.

Bagikan
Sumber: sulutnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks