SULAWESI UTARA — Panitia penyelenggara French Open angkat bicara setelah serangkaian insiden cedera yang menimpa pemain akibat papan reklame di pinggir lapangan. Dua insiden terjadi dalam dua hari beruntun, memicu gelombang protes dari para petenis top dunia.
Dua Pemain Cedera dalam Dua Hari
Insiden pertama menimpa petenis Inggris, Katie Boulter, saat laga babak kedua melawan Anastasia Potapova, Kamis (28/5). Boulter tersandung papan iklan bermerek Lacoste saat berlari mengejar bola di sisi belakang lapangan. "Beruntung aku selamat tadi malam, lain kali mungkin tidak," tulis Boulter di akun X-nya.
Keesokan harinya, Jumat (29/5), giliran Zeynep Sönmez yang jadi korban. Petenis Turki berusia 24 tahun itu terpaksa mundur dari nomor ganda putri setelah kakinya tersangkut papan iklan yang sama. "Aku meninggalkan lapangan dengan dua jahitan dan lutut memar. Syukurlah tidak lebih parah," cuit Sönmez.
Tekanan Pemain dan Respons FFT
Para pemain langsung bereaksi. Sönmez mendukung penuh tuntutan Boulter agar papan iklan disingkirkan. "Apa kita harus menunggu sampai ada pemain cedera parah baru papan ini dipindahkan? Keselamatan pemain harus jadi prioritas," tegasnya.
Juara empat kali French Open, Iga Swiatek, juga angkat suara. Menurutnya, masalah ini bisa diselesaikan dengan memindahkan papan iklan ke tempat lain. "Di lapangan tanah liat, bola memantul lebih tinggi dan pemain butuh ruang lebih banyak. Pasti ada cara lain untuk tetap terlihat," ujar Swiatek.
Menanggapi tekanan, FFT mengeluarkan pernyataan resmi. "Kami telah mencatat masukan para pemain dan sedang melakukan komunikasi berkelanjutan dengan mereka. Penyesuaian terhadap area sekitar lapangan permainan saat ini sedang dilakukan," bunyi pernyataan tersebut.
Standar Jarak Aman Terpenuhi, Tapi...
FFT mengklaim seluruh lapangan Roland Garros telah dimodernisasi pada musim 2018/2019. Jarak antara baseline dan pagar belakang lapangan disebut sudah melampaui standar minimum internasional, yaitu 6,4 meter. Namun, insiden beruntun ini membuktikan bahwa standar minimum saja belum cukup menjamin keselamatan pemain.
Belum ada kepastian apakah papan iklan akan dipindahkan total atau hanya disesuaikan posisinya. Yang jelas, desakan para pemain kini tak bisa lagi diabaikan begitu saja.