BOLTIM — Kehadiran Hamri Mokoagow, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu bidang pendidikan dan kebudayaan, menegaskan dukungan organisasinya terhadap pelestarian budaya di wilayah timur Bolaang Mongondow. Festival yang digelar di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang untuk memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat setempat.
Warisan Budaya Jawa yang Hidup di Bolaang Mongondow
Java Culture Festival menampilkan kekayaan tradisi Jawa yang telah lama berbaur dengan budaya lokal di Boltim. Hamri Mokoagow menyebut peristiwa ini sebagai bukti nyata bahwa akulturasi budaya mampu menjadi perekat persatuan.
“Alhamdulillah malam ini menghadiri Java Culture Festival di Boltim. Sebuah kekayaan budaya di timur Bolaang Mongondow yang sangat indah, sebagai warisan budaya nasional,” ungkap Hamri dalam sambutannya, Sabtu malam.
Diskusi dengan Bupati: Kebudayaan sebagai Kekuatan Bangsa
Dalam momentum tersebut, Hamri mengaku berdiskusi dengan Bupati Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo Vinsensius Sumaiku. Pembahasan mereka menyentuh peran strategis kebudayaan di tengah gempuran modernisasi.
Menurut Hamri, Gerakan Pemuda Ansor memandang kebudayaan sebagai elemen strategis dalam memperkuat identitas nasional. “Kebudayaan adalah salah satu kekuatan bangsa yang harus terus dijaga,” ujarnya.
GP Ansor Sulut: Pelestarian Tradisi Bukan Sekadar Seremonial
Kehadiran pimpinan GP Ansor Sulut di Java Culture Festival menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan ini tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga aktif dalam upaya pelestarian budaya. Hamri menekankan bahwa festival semacam ini menjadi ajang pertemuan lintas budaya yang penting.
“Ini adalah ruang ekspresi budaya sekaligus memperkenalkan warisan tradisi kepada masyarakat luas,” tambahnya. Festival ini pun diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang terus memperkuat ikatan sosial di Bolaang Mongondow Timur.