MANADO — Rakor Tiga Pilar PDI Perjuangan Sulawesi Utara menjadi forum penataan struktur partai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Sekitar 2.000 kader yang diundang merupakan perwakilan dari berbagai wilayah di Sulut, bukan peserta perorangan.
Kehadiran Puan Maharani memberi bobot tersendiri pada forum itu. Selain sebagai Ketua DPP Bidang Politik, ia memegang jabatan Ketua DPR RI. Sejumlah pengurus DPP lain juga dijadwalkan turun ke Manado.
Agenda rakor mencakup tiga hal utama: konsolidasi organisasi, pembentukan dan penguatan kepengurusan partai di setiap tingkatan, serta pembentukan badan dan sayap partai. Ketiga agenda itu dinilai saling terkait.
Penataan kepengurusan di semua level menjadi syarat agar struktur partai bekerja optimal. Dari situ, jangkauan kerja politik partai diharapkan sampai ke tengah masyarakat, bukan berhenti di level pengurus.
Pembentukan badan dan sayap partai melengkapi kebutuhan itu. Sayap partai menjadi kanal bagi kelompok-kelompok warga yang tidak duduk di struktur formal tetapi ingin terlibat dalam kerja politik.
Rakor Tiga Pilar juga mengangkat persoalan aktual yang menjadi perhatian publik Sulut. Dua isu yang disebut adalah persoalan sampah dan lingkungan serta keterlibatan generasi muda dalam dunia politik.
Pilihan isu itu menempatkan partai pada wilayah yang bersinggungan langsung dengan kehidupan warga. Persoalan sampah, misalnya, menjadi keluhan harian di banyak kelurahan dan kecamatan, terutama di kawasan padat seperti Manado.
Soal keterlibatan generasi muda menyangkut masa depan basis partai. Tanpa jalur masuk yang jelas bagi anak muda, regenerasi kepengurusan berjalan lambat.
Rakor ini berlangsung pada Kamis (5/11/2026), waktu yang memberi ruang bagi partai untuk merapikan struktur sebelum agenda politik berikutnya. Penguatan kepengurusan di tiap tingkatan menjadi pekerjaan yang harus tuntas lebih dulu.
Bagi kader di kabupaten dan kota, forum ini menjadi kesempatan menyamakan langkah dengan pengurus provinsi dan DPP. Arah kerja politik ditetapkan di tingkat atas, sementara pelaksanaannya bergantung pada kesiapan struktur di daerah.
Jumlah 2.000 kader yang diproyeksikan hadir menunjukkan skala konsolidasi yang ingin dicapai. Jika terpenuhi, Rakor Tiga Pilar menjadi salah satu pertemuan kader terbesar PDI Perjuangan di Sulut.