KOTAMOBAGU — Pembukaan turnamen berlangsung bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat. Weny Gaib menyebut ajang tahunan ini sebagai wadah bagi anak muda Kotamobagu untuk menunjukkan kemampuan di lapangan hijau.
Peserta Wali Kota Cup VIII berasal dari desa dan kelurahan di seluruh Kota Kotamobagu. Setiap tim akan bersaing memperebutkan gelar juara, dengan harapan muncul pemain-pemain yang siap naik ke tingkat kompetisi lebih tinggi.
Weny menegaskan turnamen ini dirancang bukan sekadar kompetisi rutin. Menurutnya, sepak bola bisa menjadi jalur prestasi yang serius bagi generasi muda di daerah tersebut.
"Kami ingin memberikan wadah bagi anak-anak muda untuk berprestasi di bidang olahraga, khususnya sepak bola," ujar Weny.
Dengan gelaran ini, ia berharap minat masyarakat terhadap sepak bola semakin meningkat. Atmosfer kompetitif yang sehat juga diharapkan tumbuh dari pertandingan antar desa dan kelurahan.
Weny menekankan dukungan semua pihak, termasuk orang tua dan masyarakat, untuk mendukung perkembangan olahraga di Kotamobagu. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini butuh keterlibatan aktif warga.
"Kita semua harus berperan aktif dalam mendukung kegiatan positif ini," katanya.
Selain soal prestasi, turnamen ini disebut dapat mempererat tali persaudaraan antar komunitas melalui olahraga. Pertemuan antar tim dari berbagai wilayah dinilai menjadi ruang silaturahmi yang sehat.
Pemerintah Kota Kotamobagu memposisikan Wali Kota Cup VIII sebagai langkah awal menciptakan bibit unggul sepak bola. Pemain yang menonjol di turnamen ini diharapkan siap berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Turnamen berlangsung di Stadion Nunuk, Kelurahan Matali, dengan tim dari desa dan kelurahan sebagai peserta. Gelaran ini menjadi agenda olahraga tahunan yang melibatkan komunitas lintas wilayah di Kota Kotamobagu.