MANADO — Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, menyebut peningkatan akumulasi curah hujan harian perlu diantisipasi warga dalam sepekan ke depan. Peringatan mencakup hujan dengan intensitas sedang sampai lebat yang berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Karina menjelaskan, masuknya angin Muson Asia yang membawa uap air meningkatkan aktivitas konvektif di beberapa wilayah Sulawesi Utara. Kondisi itu sekaligus mengindikasikan awal masuknya musim hujan di wilayah tersebut.
Namun, indeks NINO 3.4 dengan nilai +2.88 masih berpengaruh terhadap berkurangnya curah hujan di Sulawesi Utara. Labilitas lokal yang kuat turut mendukung pertumbuhan awan-awan hujan disertai kilat dan petir di sejumlah wilayah.
Pada hari ini, potensi cuaca ekstrem berpeluang terjadi di Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa Selatan. Memasuki Selasa hingga Rabu, cuaca diperkirakan cerah sampai hujan ringan.
Pada Kamis (05/11), cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud. Sementara pada Jumat (06/11), wilayah terdampak meluas ke Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, dan Kepulauan Sangihe.
Pada Sabtu (07/11), hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berpeluang terjadi di Kota Manado, Tomohon, Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, dan Bolaang Mongondow Timur.
Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada Minggu (08/11) di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, dan Bolaang Mongondow Selatan.
"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," kata Karina di Manado, Senin.
Peringatan itu relevan bagi warga yang tinggal di kawasan rawan genangan, lereng, dan jalur pepohonan besar. Angin kencang yang menyertai hujan lebat biasanya memperbesar risiko pohon tumbang dan kerusakan atap rumah warga.
BMKG meminta masyarakat memantau pembaruan prakiraan cuaca harian dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, terutama menjelang akhir pekan ketika sebaran wilayah terdampak paling luas.