Bupati Boltim Buka Bimtek Panitia Pilsang Serentak 2026, Minta Tak Ada Diskriminasi Politik

Penulis: Boyke Sihombing  •  Senin, 02 November 2026 | 08:31:01 WIB
Bupati Boltim membuka bimbingan teknis panitia Pemilihan Sangadi Serentak 2026.

BOLTIM — Kegiatan Bimtek tersebut diikuti panitia pemilihan yang akan bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Bupati menyebut kesiapan panitia menjadi penentu utama kualitas pelaksanaan Pilsang, mulai dari tahapan persiapan hingga penyelesaian tugas kepanitiaan.

Panitia Diminta Pahami Setiap Tahapan dan Aturan

Dalam sambutannya, Bupati menempatkan Pilsang sebagai proses demokrasi yang menuntut kesiapan, integritas, dan tanggung jawab dari semua pihak yang terlibat. Kualitas pelaksanaan, menurutnya, ditentukan oleh cara setiap tahapan direncanakan dan setiap aturan dipahami.

"Penyelenggaraan Pemilihan Sangadi harus kita tempatkan sebagai proses demokrasi yang membutuhkan kesiapan, integritas, dan tanggung jawab dari seluruh pihak yang terlibat. Kualitas pelaksanaan Pilsang akan sangat ditentukan oleh bagaimana setiap tahapan direncanakan, setiap aturan dipahami, dan setiap keputusan diambil berdasarkan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Panitia pemilihan berada di garis depan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Mulai dari tahapan persiapan, pencalonan, pemungutan suara, hingga penyelesaian tugas kepanitiaan.

Enam Perintah Bupati ke Panitia Pilsang

Bupati secara khusus menginstruksikan seluruh panitia bekerja secara profesional, proporsional, netral, jujur, adil, dan berintegritas. Pelayanan yang sama diminta diberikan kepada setiap bakal calon, termasuk dalam pemeriksaan persyaratan.

"Laksanakan tugas berdasarkan aturan dan kewenangan yang telah ditetapkan. Berikan pelayanan yang sama kepada setiap bakal calon, jaga objektivitas dalam pemeriksaan persyaratan, dan pastikan setiap keputusan memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Panitia juga diingatkan agar tidak memberikan janji kepada pihak tertentu. Informasi yang menguntungkan salah satu calon dilarang disebarkan, begitu pula tindakan yang menimbulkan kesan keberpihakan.

"Jangan biarkan informasi yang tidak benar berkembang tanpa penjelasan karena hal tersebut dapat menimbulkan kecurigaan dan memperkeruh suasana," ingat Bupati.

Bupati Minta Dikotomi Politik Pilkada Tidak Terbawa ke Pilsang

Salah satu poin penting yang ditegaskan Bupati adalah soal mengakhiri segala bentuk dikotomi politik yang mungkin masih terbawa dari pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Bupati meminta tidak ada lagi diskriminasi politik maupun perlakuan berbeda terhadap siapa pun dalam Pilsang Serentak 2026.

"Saya tidak ingin lagi mendengar adanya stigma negatif di tengah masyarakat bahwa panitia akan menggugurkan atau menghambat bakal calon Sangadi hanya karena dianggap tidak sejalan dengan saya dan Wakil Bupati. Saya tegaskan, tidak boleh ada diskriminasi politik dalam pelaksanaan Pemilihan Sangadi Serentak Tahun 2026," tegas Bupati.

Setelah Pemilihan, Masyarakat Diminta Tetap Bersatu

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak menjaga agar Pilsang Serentak 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berlangsung aman, tertib, damai, dan bermartabat. Sangadi yang terpilih nantinya diminta merangkul seluruh elemen masyarakat dan menjalankan pemerintahan untuk kepentingan bersama.

"Setelah pemilihan selesai, seluruh masyarakat harus tetap bersatu. Sangadi yang terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan menjalankan pemerintahan untuk kepentingan bersama," pungkas Bupati.

Bupati juga meminta para peserta bimtek mengikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh agar tahapan Pilsang berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: sulawesion.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top