Harga Minyak Brent Melonjak ke US$107,63, Rupiah Siang Ini Melemah ke Rp17.649 per Dolar AS

Penulis: Redaksi  •  Senin, 14 September 2026 | 11:15:31 WIB
Rupiah melemah ke Rp17.649 per dolar AS pada Senin (14/9/2026) pukul 10.57 WIB.

Rupiah melemah 0,22% atau 38 poin ke level Rp17.649 per dolar AS pada Senin (14/9/2026) pukul 10.57 WIB, tertekan penguatan indeks dolar AS ke posisi 99,33. Pelemahan terjadi setelah pagi hari sempat dibuka menguat tipis 4 poin ke Rp17.607, seiring lonjakan harga minyak mentah Brent ke US$107,63 per barel akibat ketegangan geopolitik Iran-Amerika Serikat.

JAKARTA — Pergerakan rupiah berbalik arah dalam satu sesi perdagangan. Setelah dibuka menguat tipis 0,02% ke Rp17.607 per dolar AS pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda berbalik melemah 0,22% atau 38 poin ke Rp17.649 pada pukul 10.57 WIB.

Indeks dolar AS ikut menguat 0,21% ke posisi 99,33, naik dari 99,19 saat pembukaan. Tekanan eksternal datang dari pasar minyak yang kembali memanas.

Brent Tembus US$107,63 per Barel, Naik 50% dalam Dua Bulan

Harga minyak mentah Brent per 10 September 2026 berada di level US$107,63 per barel. Angka itu melonjak signifikan dari US$71,80 per barel pada Juli 2026 — kenaikan sekitar 50% hanya dalam dua bulan.

Pemicunya adalah ketegangan geopolitik Iran-Amerika Serikat yang kini memasuki bulan ketujuh. Konflik tersebut disebut sebagai salah satu pertempuran terparah dalam beberapa bulan terakhir dan mengganggu distribusi minyak mentah dunia.

Bagi Indonesia, lonjakan harga minyak ini menambah beban fiskal. Sebagai importir neto minyak, kenaikan harga Brent di atas asumsi APBN 2026 memperbesar risiko defisit anggaran karena subsidi BBM ikut membengkak.

Ringgit, Rupee, Peso Ikut Tertekan Dolar AS

Pelemahan tidak hanya dialami rupiah. Pada perdagangan sebelumnya, Jumat (11/9/2026), rupiah ditutup melemah 0,36% ke level Rp17.611 per dolar AS.

Mata uang Asia lain juga tertekan. Ringgit Malaysia turun 0,09%, rupee India turun 0,28%, dan peso Filipina turun 0,26%.

Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia justru menguat. Won Korea naik 0,38%, dolar Singapura naik 0,02%, yuan China menguat 0,03%, baht Thailand naik 0,09%, dan yen Jepang menguat 0,10%.

Proyeksi Analis: Rupiah Bergerak di Rentang Rp17.610-Rp17.650

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif di rentang Rp17.610-Rp17.650 sepanjang hari ini.

"Untuk sepekan ke depan, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp17.500-Rp17.850," ujar Ibrahim dalam proyeksinya.

Proyeksi itu bersifat tambahan. Pergerakan riil yang sudah terjadi hari ini tetap menjadi acuan utama: rupiah dibuka di Rp17.607, lalu melemah ke Rp17.649 dalam waktu kurang dari dua jam.

Pasar akan terus mencermati perkembangan konflik Iran-AS dan dampaknya terhadap pasokan minyak global. Selama ketegangan belum mereda, tekanan terhadap mata uang negara-negara importir minyak, termasuk Indonesia, diperkirakan masih berlanjut.

Data Kurs Rupiah/USD, Senin 14 September 2026

WaktuKursIndeks Dolar AS
09.05 WIBRp17.607 (menguat 0,02% / 4 poin)99,19
10.57 WIBRp17.649 (melemah 0,22% / 38 poin)99,33

Mata Uang Asia Lain (Jumat, 11 September 2026)

Mata UangPergerakan
Ringgit Malaysia−0,09%
Rupee India−0,28%
Peso Filipina−0,26%
Won Korea+0,38%
Dolar Singapura+0,02%
Yuan China+0,03%
Baht Thailand+0,09%
Yen Jepang+0,10%

Harga minyak mentah Brent per 10 September 2026 berada di level US$107,63 per barel, melonjak dari US$71,80 per barel pada Juli 2026, dipicu ketegangan geopolitik Iran-Amerika Serikat yang memasuki bulan ketujuh.

Analis PT Traze Andalan Futures memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp17.610–Rp17.650 hari ini dan Rp17.500–Rp17.850 dalam sepekan ke depan. Data pergerakan pasar bersifat dinamis dan dapat berubah.

Reporter: Redaksi
Back to top