SULAWESI UTARA — Spesifikasi ini diumumkan melalui rilis resmi TECNO pada pekan ini. Megapad SE 2 hadir sebagai penerus lini tablet entry-level mereka, dan melihat dari konfigurasi yang dibawa, TECNO jelas menyasar segmen pengguna dengan kebutuhan dasar: belajar daring, menonton film, dan bekerja ringan.
Kami belum mendapatkan unit untuk diuji secara langsung, jadi artikel ini merupakan analisis awal berdasarkan lembar spesifikasi resmi. Yang menarik—dan juga menjadi kekhawatiran kami—adalah keputusan TECNO mempertahankan RAM di angka 4GB, angka yang terbilang ketat untuk standar Android modern.
TECNO Megapad SE 2 ditenagai chipset yang dipadukan dengan RAM 4GB dan penyimpanan internal 256GB. Kabar baiknya, slot microSD masih tersedia untuk ekspansi kapasitas, jadi ruang penyimpanan bukanlah masalah utama di tablet ini.
Dengan RAM segini, pengguna harus siap dengan kondisi aplikasi yang dimuat ulang (reload) ketika berpindah aplikasi. Android 16 dan HiOS 16 yang dijanjikan berjalan di atasnya juga membutuhkan ruang RAM yang cukup besar untuk beroperasi mulus. Jangan berharap bisa membuka lebih dari 5-6 tab browser atau berpindah dari YouTube ke aplikasi chat tanpa jeda.
Sektor yang menjadi jualan utama Megapad SE 2 adalah baterainya. Kapasitas 7.000 mAh dengan dukungan pengisian daya 18W diklaim mampu bertahan sekitar sembilan jam untuk pemutaran video. Untuk ukuran tablet, angka ini memang menjanjikan untuk menemani aktivitas seharian di luar ruangan.
Namun, perlu dicatat kecepatan charging 18W di era sekarang terbilang lambat. Mengisi baterai sebesar 7.000 mAh dari kosong hingga penuh kemungkinan memakan waktu lebih dari dua jam. Ini bukan masalah besar jika pengguna mengisi daya semalaman, tapi jadi kurang praktis untuk pengisian cepat saat terburu-buru.
Di sektor kamera, Megapad SE 2 dibekali sensor ganda 8MP—baik untuk kamera belakang maupun depan. Kamera depan 8MP ini cukup memadai untuk video call atau kelas daring, tetapi jangan berharap hasil foto yang tajam dalam kondisi minim cahaya. Seperti kebanyakan tablet, kamera di sini sifatnya hanya pelengkap, bukan fitur utama.
Untuk multimedia, tablet ini dilengkapi stereo speaker dengan dukungan DTS Audio. Ini nilai tambah yang bagus untuk menonton film atau video tanpa headset. TECNO juga menyematkan fitur TECNO AI yang diklaim membantu produktivitas, meski detail implementasinya belum bisa kami uji.
Megapad SE 2 berjalan di Android 16 dengan antarmuka HiOS 16. TECNO tidak menyebutkan secara spesifik berapa lama dukungan update software yang akan diberikan, yang menjadi pertanyaan penting untuk pembeli yang ingin memakainya jangka panjang.
Tablet ini tersedia dalam tiga pilihan warna: Iris Purple, Sandy Titanium, dan Deep Grey. Dari sisi desain, tidak ada informasi detail soal bobot dan ketebalan, tapi TECNO biasanya menjaga profil tablet entry-level mereka tetap ramping.
Megapad SE 2 jelas bukan tablet untuk power user. Targetnya adalah pelajar, pekerja yang butuh perangkat sekunder untuk hiburan, atau keluarga yang butuh tablet untuk anak-anak.
Kami masih menunggu informasi harga resmi untuk pasar Indonesia. Posisi kompetitifnya akan menarik jika dibanderol di kisaran Rp 1,5-2 juta-an, bersaing dengan tablet entry-level dari merek lain. Tapi jika harganya lebih tinggi dari itu, persaingan menjadi ketat—terutama dengan opsi tablet bekas yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi.
Untuk sementara, rekomendasi kami bersifat kondisional. Megapad SE 2 cocok untuk mereka yang prioritas utamanya baterai awet dan layar untuk menonton. Jika kebutuhanmu termasuk multitasking berat, seperti berpindah antar aplikasi work dari Google Docs ke spreadsheet sambil video conference, sebaiknya pertimbangkan tablet dengan RAM minimal 6GB atau 8GB.