Keputusan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ini sekaligus menandai pergeseran peran di dua institusi sekaligus. Roycke Harry Langie dipromosikan menjadi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, menggantikan Komjen Pol Mohammad Fadil Imran yang sebelumnya menduduki posisi strategis tersebut. Jabatan barunya ini membawanya kembali ke tingkat Mabes Polri setelah bertugas di daerah.
Di sisi lain, Brigjen Pol Yudo Hermanto yang kini dipercaya memimpin Polda Sulut, memikul tanggung jawab melanjutkan estafet kepemimpinan di Bumi Nyiur Melambai. Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dan pembinaan karier untuk memperkuat pelaksanaan tugas di berbagai wilayah.
Promosi ini menjadi tonggak baru bagi karier Roycke, putra daerah asal Pakuweru, Kecamatan Tenga, Minahasa Selatan. Sebelumnya, ia kembali ke Sulawesi Utara untuk memimpin Polda Sulut setelah meniti karier panjang di berbagai penugasan strategis kepolisian. Kepulangannya ke kampung halaman sebagai Kapolda sempat menjadi perhatian karena ia merupakan putra daerah yang dipercaya memimpin institusi kepolisian di tanah kelahirannya.
Kini, perjalanannya kembali membawanya ke tingkat pusat. Jabatan Astamaops Kapolri masuk dalam struktur operasional Polri yang menangani koordinasi dan pengendalian operasi kepolisian secara nasional.
Kabar rotasi ini datang tidak lama setelah Roycke aktif menjalankan kegiatan sosial di tengah masyarakat Sulawesi Utara. Salah satu agenda terakhirnya yang mendapat perhatian adalah penyaluran bantuan beras kepada 20 panti asuhan, panti werda, dan panti penyandang disabilitas di provinsi ini.
Bantuan tersebut diantarkan langsung kepada para penerima sebagai wujud kepedulian institusi kepolisian terhadap warga. Aktivitas itu kini menjadi momen yang semakin bermakna, karena bertepatan dengan masa transisi kepemimpinannya ke tingkat nasional.
Dalam rotasi yang sama, Polri turut mengubah sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes. Selain posisi Astamaops Kapolri, pergantian terjadi pada Asisten SDM Kapolri, Koordinator Staf Ahli Kapolri, dan Kepala Yanma Polri. Jabatan Kapolda Papua Barat Daya juga ikut berganti dalam daftar mutasi yang diterbitkan Minggu lalu.
Polri menyebut rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam pembinaan karier personel. Langkah ini diambil untuk menjaga kesegaran organisasi serta meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan pelayanan publik di seluruh Indonesia.
Masyarakat Sulawesi Utara kini menanti program dan kebijakan yang akan dibawa Brigjen Pol Yudo Hermanto. Sejumlah agenda pemeliharaan keamanan, pelayanan masyarakat, dan penegakan hukum menjadi pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan pimpinan baru Polda Sulut. Sementara itu, Roycke Langie melangkah ke panggung nasional dengan membawa pengalaman kepemimpinannya di tanah kelahiran.