SULAWESI UTARA — Radar menjawab masalah klasik data audio yang selama ini "buta" bagi mesin pencari dan agen AI. Platform ini bahkan telah menarik minat serius dari hedge fund yang membutuhkan data percakapan yang tidak bisa diakses agen mereka, kata Co-founder dan CEO Particle, Sara Beykpour.
Mayoritas agen AI dan layanan pencarian web hanya memproses data teks. Radar mengisi celah itu dengan menyediakan lapisan intelijen audio yang selama ini terlewatkan. "Agen pada dasarnya buta terhadap audio; mereka tidak bisa melihatnya kecuali ada yang mentranskripsikannya," jelas Beykpour kepada TechCrunch.
Transkripsi Radar dilengkapi label pembicara dan metadata kaya, sehingga platform mampu memahami entitas yang dibahas—dari orang, perusahaan, merek, hingga topik spesifik. Pengguna bisa melacak penyebutan entitas tersebut di berbagai podcast dan menerima notifikasi secara real-time, harian, atau mingguan.
Radar tidak sekadar menyediakan transkrip. Platform ini menghadirkan beberapa fitur andalan yang membedakannya dari layanan lain:
Notifikasi Radar bisa dikirim melalui email, Slack, atau webhook, dan dapat disaring dengan filter spesifik. Misalnya, pengguna bisa mengatur agar hanya mendapat peringatan ketika tamu tertentu muncul dan membahas topik tertentu, atau membatasi pencarian hanya pada podcast teratas.
Radar dapat diakses melalui antarmuka web, namun produk utamanya adalah API dan MCP (Model Context Protocol) yang memungkinkan bisnis lain mengintegrasikan intelijen ini secara terprogram. Harga layanan ini adalah US$29 per bulan per pengguna (sekitar Rp 478.000), dengan paket bisnis seharga US$399 per bulan (sekitar Rp 6,5 juta) yang mencakup 20 pengguna. Untuk pengguna API, harga bersifat kustom sesuai kebutuhan.
Hedge fund tercatat sebagai pelanggan dengan volume tertinggi yang mengintegrasikan API Radar secara langsung. Selain itu, platform pencari AI dan penjual data juga menjadi pelanggan utama, termasuk Exa yang merupakan penyedia API pencarian untuk agen AI.
Ke depannya, Particle berencana memperluas layanan Radar di luar podcast untuk mendukung format audio lain, seperti video YouTube dan klip berita. Langkah ini semakin memperkuat posisi Radar sebagai basis data intelijen audio terbesar dan terlengkap.
Bagi jurnalis, peneliti, atau perusahaan yang membutuhkan wawasan mendalam dari percakapan audio yang selama ini sulit diakses, Radar menawarkan cara baru untuk menggali data dan tren yang tersembunyi di balik gelombang podcast global.