SULAWESI UTARA — Kabar pendanaan ini bukan satu-satunya yang datang dari Swedia. Startup AI hukum Legora dan perusahaan health tech Neko Health juga tercatat membukukan pertumbuhan signifikan dalam periode yang sama. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: apa yang membuat ekosistem startup Stockholm begitu subur?
Sophia Bendz, partner di Cherry Ventures dan tokoh lama di kancah startup Eropa, membeberkan analisisnya dalam podcast Equity dari TechCrunch. Menurut Bendz, kombinasi jaring pengaman sosial yang kuat dan gelombang modal dari Amerika Serikat menjadi katalis utama pertumbuhan ini.
Jaring pengaman sosial di Swedia dinilai memberi ruang bagi para pendiri startup untuk berani mengambil risiko. Kegagalan bisnis tidak berujung pada kehilangan akses kesehatan atau pendidikan, sehingga mentalitas wirausaha bisa tumbuh lebih liar dan eksperimental.
Aliran dana ventura dari AS ke Eropa juga semakin deras. Investor Amerika mulai melirik perusahaan teknologi Nordik yang dinilai memiliki fundamental kuat dengan valuasi lebih masuk akal dibandingkan perusahaan sejenis di Silicon Valley.
Keberhasilan Lovable mengumpulkan dana besar dalam waktu relatif singkat menciptakan efek kepercayaan bagi startup lain di kawasan itu. Legora, yang fokus pada otomatisasi dokumen hukum, dan Neko Health yang mengembangkan perangkat pemeriksaan kesehatan berbasis AI, menjadi contoh nyata diversifikasi sektor teknologi Swedia di luar gaming dan musik.
Pertumbuhan ini berpotensi menggeser peta persaingan teknologi global. Stockholm, yang selama ini dikenal lewat Spotify dan Klarna, kini menjelma menjadi inkubator bagi perusahaan AI generatif dan deep tech yang siap bersaing di panggung internasional.
Bagi pengamat industri, pola ini menarik dicermati. Keberhasilan ekosistem startup tidak melulu soal insentif pajak atau infrastruktur digital, tetapi juga tentang bagaimana sebuah negara memperlakukan kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Pendekatan inilah yang mulai banyak ditiru oleh negara lain yang ingin meniru kesuksesan Swedia.
Dengan valuasi yang terus meroket, Lovable dan kawan-kawan akan menjadi barometer kesehatan investasi teknologi Eropa dalam dua hingga tiga tahun ke depan.