MANADO — Dukungan terhadap program pemerintah disebut sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar tentang arah pembangunan daerah. Meski bersinergi, pers tetap berpegang pada fungsi dan kode etik jurnalistik.
"PWI Sulut siap bersinergi dan mendukung program-program pembangunan daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara. Namun, pers tetap menjalankan tugasnya secara profesional sesuai dengan fungsi dan kode etik jurnalistik," ujar Sintya Bojoh.
Gubernur Yulius Selvanus menyambut baik komitmen tersebut. Ia menegaskan pemerintahannya tidak alergi terhadap kritik yang disampaikan media maupun masyarakat.
Menurut Yulius, kritik justru diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki program dan pelayanan publik. Ia mengakui tidak ada program yang berjalan sempurna tanpa kekurangan.
"Tidak ada yang sempurna. Maka siap koreksi," kata Gubernur Yulius.
Keterbukaan terhadap kritik, kata Yulius, harus dibarengi dengan penyampaian informasi yang berdasarkan fakta. Media dinilai memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Pemberitaan diharapkan mengedepankan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika ditemukan persoalan dalam pelaksanaan program pemerintah, Gubernur mempersilakan media untuk memberitakannya.
"Pemberitaan mengenai kekurangan pemerintah dapat menjadi bahan untuk evaluasi," jelasnya.
Gubernur berharap sinergitas antara Pemprov Sulut dan PWI Sulut dapat terus terjalin dengan baik. Audiensi di Wisma Gubernuran Bumi Beringin ini menjadi salah satu langkah awal memperkuat kolaborasi antara eksekutif dan insan pers di Sulawesi Utara.