BOLMUT — Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Disiplin Kehadiran ASN (SIDAK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) memasuki babak evaluasi. Setelah digunakan selama satu bulan, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta melaporkan berbagai kendala yang muncul agar sistem pemantauan kehadiran pegawai ini bisa disempurnakan.
Sosialisasi dan pengenalan aplikasi yang digelar di Lantai III Kantor Bupati Boltara itu dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Boltara, dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS, mewakili Bupati Boltara Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev. Dalam forum tersebut, para pimpinan OPD tidak hanya menerima pemaparan fitur, tetapi juga diminta membeberkan pengalaman mereka selama memakai SIDAK.
Jusnan menegaskan bahwa masukan dari perangkat daerah sangat penting. Menurutnya, kendala teknis maupun persoalan lain yang muncul di lapangan harus segera disampaikan agar solusi bisa ditemukan bersama-sama.
“SIDAK ini hadir untuk memastikan disiplin kehadiran ASN dapat terpantau secara real time. Saya minta kepada seluruh OPD agar kendala yang muncul selama satu bulan ini segera disampaikan, sehingga kita bisa carikan solusi bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan aplikasi tersebut bukan sekadar alat untuk mencatat kehadiran. Lebih dari itu, kedisiplinan yang terbentuk diharapkan mampu mendongkrak kinerja aparatur dan berujung pada peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.
“Tujuannya satu, untuk pelayanan publik yang lebih baik,” tegas Jusnan.
Melalui optimalisasi SIDAK, Pemkab Boltara menargetkan terbentuknya budaya kerja yang lebih disiplin di lingkungan pemerintahan. Kehadiran ASN yang terpantau secara akurat diharapkan berdampak langsung pada kinerja perangkat daerah.
Kegiatan evaluasi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, pimpinan OPD, Direktur Utama RSUD Boltara, para camat, administrator, serta pejabat eselon IV di lingkungan Pemkab Boltara.