Antrean Biosolar di Manado Mulai Mengular, Pertamina Terjunkan Petugas Marshal dan Perkuat Distribusi

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 18:45:31 WIB
Antrean kendaraan angkutan barang terlihat mengular di salah satu SPBU di Manado akibat lonjakan permintaan Biosolar.

MANADO — Lonjakan permintaan Biosolar di Manado dalam beberapa waktu terakhir memicu antrean panjang kendaraan angkutan barang di sejumlah SPBU. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merespons dengan mengoptimalkan pola distribusi dan memperkuat pengaturan di lapangan.

Sales Branch Manager Sulutgo I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyebutkan peningkatan konsumsi menjadi pemicu utama mengularnya kendaraan. Meski begitu, stok Biosolar di SPBU dipastikan aman dan penyaluran berjalan sesuai jadwal distribusi harian yang telah ditetapkan.

Petugas Marshal Dikerahkan Atur Antrean

Untuk menjaga kelancaran, pengelola SPBU menempatkan petugas marshal di area pengisian. Mereka bertugas mengatur lalu lintas kendaraan agar antrean tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lain di sekitar SPBU.

Pertamina juga bersinergi dengan aparat penegak hukum setempat untuk mengawasi arus kendaraan. Langkah ini diambil agar kepadatan yang terjadi bisa diminimalkan, terutama pada jam-jam sibuk pengisian.

Digitalisasi SPBU Jadi Alat Pantau Real-Time

Pemantauan distribusi tidak hanya dilakukan di lapangan. Pertamina memanfaatkan sistem digitalisasi SPBU untuk memonitor kondisi setiap titik penyaluran secara real-time.

“Pertamina terus memantau perkembangan konsumsi BBM di lapangan dan melakukan penyesuaian pola distribusi sesuai kebutuhan. Bersama pengelola SPBU dan aparat terkait, kami juga memperkuat pengaturan antrean agar pelayanan tetap berjalan tertib serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi penyaluran,” ujar Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Evaluasi Pola Distribusi dan Pengawasan Subsidi

Lilik menambahkan bahwa evaluasi pola penyaluran BBM terus dilakukan di setiap wilayah. Tujuannya mengantisipasi perubahan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keandalan distribusi.

Pengawasan terhadap BBM bersubsidi diperkuat melalui digitalisasi, monitoring operasional, dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. Pertamina memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Masyarakat diimbau membeli BBM hanya di lembaga penyalur resmi dan mengikuti mekanisme pelayanan yang berlaku di SPBU. Jika menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran, laporan bisa disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk ditindaklanjuti.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: sulutreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top