SULAWESI UTARA — Sepanjang Januari hingga Maret 2026 saja, KAI Group mencatatkan 128.055.072 pelanggan. Dengan rata-rata 1,4 juta orang beraktivitas di stasiun setiap hari, potensi bisnis di area ini sangat besar. KAI pun tak tinggal diam: mereka menjual nilai komersial dari aset-asetnya, mulai dari lahan kosong, bangunan dinas, hingga rumah perusahaan yang memiliki nilai sejarah tinggi.
KAI meluncurkan Space by KAI, sebuah platform digital yang berfungsi seperti marketplace aset perusahaan. Di dalamnya, calon mitra bisa melihat langsung lokasi strategis yang tersedia untuk kerja sama. “Kita punya banyak lokasi strategis, dimulai dari stasiun, kemudian ada rumah dinas, ada bangunan dinas, dan juga lahan atau tanah yang tersebar di daerah operasi dan di divisi regional,” ujar Executive Vice President of Sales KAI, Zuhril Alim, di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dengan kanal ini, KAI membuka akses informasi yang sebelumnya mungkin terkesan tertutup. Calon mitra tak perlu lagi melalui proses birokrasi panjang untuk menjajaki kolaborasi. Semua data potensi ekonomi di setiap titik bisa diakses langsung secara digital.
Di berbagai stasiun, KAI sudah menghadirkan tenant seperti minimarket, restoran, penyewaan kursi pijat, hingga tempat bermain gim di Stasiun Gambir. Durasi perjalanan penumpang yang mencapai 40 hingga 90 menit menjadi peluang emas bagi pelaku usaha untuk membangun kedekatan dengan pelanggan.
Namun, tidak semua aset KAI cocok untuk bisnis. Zuhril menegaskan, aset yang ditampilkan di Space by KAI telah melalui proses kurasi ketat. “Kalau secara total luasan lahan, kita ada 327 juta meter persegi. Namun dengan space ini, teman-teman akan bisa melihat lokasi-lokasi mana yang punya potensi, punya nilai komersial tinggi, karena tidak seluruh aset yang tidak memiliki nilai komersial kami masukkan,” pungkasnya.
Strategi ini menandai pergeseran KAI dari sekadar operator transportasi menjadi pengelola aset properti bernilai tinggi. Dengan portofolio 3.881 bangunan dinas dan 16.463 rumah perusahaan, potensi pendapatan non-tiket KAI diperkirakan akan terus tumbuh seiring bertambahnya mitra yang memanfaatkan platform digital tersebut.