MANADO — Kawasan pesisir ikonik di Kota Manado itu menjadi pusat pergerakan ribuan relawan sejak pagi. Mereka menyisir garis pantai, memungut sampah plastik, dan memisahkan limbah organik dari anorganik ke dalam kantong biodegradable. Gubernur Sulut Yulius Selvanus turun langsung memimpin kegiatan tersebut.
Aksi bersih-bersih ini bukan seremonial belaka. PT PLN (Persero) UID Suluttenggo mengerahkan ratusan insan perusahaannya dari unit UP3 Manado dan UP2D untuk melebur bersama komunitas lingkungan, mahasiswa, pelajar, serta aparat TNI-Polri. General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyebut kegiatan ini sebagai bukti nyata komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Bagi PLN, menghadirkan listrik yang andal ke rumah-rumah warga harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian alam," ujar Usman di sela-sela kegiatan.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menjelaskan bahwa Malalayang Beach Walk (MBW) bukan sekadar destinasi wisata. Tempat ini telah menjadi ruang interaksi sosial favorit warga Manado dan wisatawan. Menjaga kebersihan dan keindahannya, kata Revi, menjadi tanggung jawab kolektif agar kawasan itu tetap bebas dari sampah plastik yang merusak estetika dan mengancam biota laut.
Selain membersihkan pantai, PLN UID Suluttenggo juga menanam bibit mangrove di sekitar pesisir Malalayang. Langkah preventif ini dirancang untuk mencegah abrasi pantai dalam jangka panjang, mereduksi emisi karbon, sekaligus menyediakan habitat aman bagi pemulihan biota laut lokal. Gubernur Yulius Selvanus mengapresiasi sinergi semua pihak dan mengingatkan bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban seluruh elemen masyarakat.
"Setiap tindakan kecil yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi mendatang," tegas Gubernur. Aksi yang digerakkan secara terstruktur ini menjadi penanda bahwa kolaborasi antara BUMN, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan dampak nyata bagi ekosistem pesisir Manado.