SULAWESI UTARA — Mozambik datang ke Jakarta dengan modal kurang meyakinkan. Dalam delapan laga terakhir, tim asal Afrika itu hanya mampu mengalahkan Gabon dengan skor 3-2. Sisanya? Satu hasil imbang dan lima kekalahan—termasuk kekalahan telak 1-4 dari Oman di laga terakhir mereka.
Meski secara peringkat FIFA Mozambik masih lebih baik—duduk di posisi 102, unggul 17 anak tangga dari Indonesia yang berada di peringkat 119—tren performa mereka justru kontradiktif. Kekalahan dari Oman jadi pukulan psikologis terbaru yang harus dibawa skuad asuhan John Herdman ke SUGBK.
Bagi Timnas Indonesia, ini bukan sekadar laga uji coba. Kemenangan atas tim berperingkat lebih tinggi bisa mendongkrak poin ranking FIFA secara signifikan. Apalagi setelah di laga sebelumnya Garuda sukses mengalahkan lawan yang juga bukan tim lemah.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, punya modal bagus untuk membangun kepercayaan diri pemain. Namun, tren Mozambik yang tidak stabil justru bisa jadi jebakan. Tim yang sudah terpojok kerap tampil lebih agresif karena tidak punya beban.
Laga akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dengan kick off pukul 20.00 WIB. Dukungan penuh dari suporter diharapkan bisa menjadi pembeda di atas lapangan.
Kemenangan atas Mozambik bukan cuma soal gengsi. Dengan sistem perhitungan poin FIFA, mengalahkan tim yang berada di peringkat lebih tinggi memberi dampak ganda: menambah poin Indonesia sekaligus menahan laju poin lawan. Jika konsisten, Garuda bisa terus merangkak naik di klasemen dunia.
Satu hal yang pasti: catatan satu kemenangan dalam delapan laga bukanlah statistik yang menakutkan. Timnas Indonesia punya momentum, dukungan kandang, dan motivasi ekstra untuk menuntaskan FIFA Matchday Juni dengan hasil sempurna.