Bayangkan Batmobile bukan sebagai mobil sport ramping, melainkan kendaraan berbentuk X dengan kapsul senjata di setiap sisinya, seolah-olah menjelma langsung dari mimpi buruk fiksi ilmiah. Itulah visi H.R. Giger untuk film 'Batman Forever' yang dibintangi Val Kilmer. Alih-alih mengikuti gaya dua film sebelumnya arahan Tim Burton, produser Joel Schumacher justru mengincar sentuhan surealis sang maestro.
Barbara Ling, production designer 'Batman Forever', mengingat momen ketika Giger menyerahkan coretan-coretan awalnya. "Dia punya coretan-coretan gila, luar biasa, dan aneh yang sangat mirip 'Alien'," kenang Ling dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter pada 2015. "Sungguh menarik bahwa pikiran aneh ini sempat menyentuh kami, tapi itu tidak berhasil."
Giger, yang memenangkan Academy Award untuk Efek Visual terbaik berkat 'Alien' di 1980, memang dikenal dengan gaya biomekaniknya yang memadukan organik dan mesin. Sayangnya, studio dan produser menilai desain Batmobile versinya terlalu surealis dan aneh untuk karakter superhero sepopuler Batman. Ide tersebut akhirnya hanya tinggal di atas kertas.
Alih-alih menggunakan jasa Giger, studio justru mempercayakan pembuatan Batmobile kepada Trans-FX (TFX), sebuah perusahaan yang baru berdiri pada 1993. Bagi TFX, proyek 'Batman Forever' menjadi pekerjaan besar pertama mereka. Alih-alih menggunakan pendekatan organik Giger, mereka membangun kendaraan dari nol menggunakan gambar, tanah liat 3D, dan teknologi CNC — fabrikasi digital yang tergolong mutakhir pada zamannya.
Hasilnya adalah Batmobile yang ramping, licin, dan penuh gaya — jauh dari kesan seram. Sinematografer Stephen Goldblatt mengungkapkan arahan sang sutradara: "Joel (Schumacher) benar-benar ingin membuatnya terlihat seperti buku komik." Dan misi itu berhasil, setidaknya dari segi visual.
Meskipun 'Batman Forever' bukan favorit penggemar setia — terbukti dari skor Tomatometer 41% dan Popcornmeter 33% di Rotten Tomatoes — gaya visualnya yang mencolok, termasuk Batmobile, mendapat pujian. Lebih penting lagi, film ini sukses besar di box office dengan meraup 336 juta dolar AS di seluruh dunia, tiga kali lipat dari biaya produksinya yang mencapai 100 juta dolar AS.
Kegagalan Giger menghadirkan Batmobile ke layar lebar mungkin menjadi salah satu "andai-andai" terbesar dalam sejarah sinema superhero. Namun, keputusan studio kala itu menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara visi artistik yang berani dan selera pasar arus utama — sebuah dilema yang masih relevan bagi industri hiburan hingga kini.