SULAWESI UTARA — Manajemen beban terukur menjadi strategi utama PLN Sumut dalam memulihkan pasokan listrik pasca insiden robohnya tower transmisi. Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumatera Utara, Efron Lumban Gaol, mengatakan pengaturan pasokan dilakukan secara bergantian dan terukur untuk menjaga kestabilan sistem.
"Manajemen beban merupakan langkah pengamanan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung," ujar Efron di Medan, Jumat.
Pengaturan pasokan listrik menyasar sebagian wilayah Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat. Selama masa pemulihan, pelanggan di daerah tersebut berpotensi mengalami pemadaman sementara satu hingga dua kali dalam sehari. Durasi setiap periode pengaturan mencapai tiga jam.
PLN memastikan tim teknis terus memantau kondisi secara real-time. Upaya meminimalkan dampak terhadap pelanggan menjadi prioritas utama selama proses perbaikan berlangsung.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan tim teknis lintas unit membangun tower emergency. Langkah ini ditempuh guna mempercepat penyaluran kembali pasokan daya ke sistem kelistrikan Sumatera Utara. Proses perbaikan dilakukan menyusul robohnya tower transmisi akibat cuaca ekstrem yang melanda Kamis malam.
Efron menambahkan petugas terus bekerja mempercepat pemulihan sistem kelistrikan pasca insiden tersebut.
PLN mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan selama cuaca ekstrem. Pelanggan dapat memantau perkembangan kondisi kelistrikan sekaligus melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile.
Langkah ini menjadi saluran komunikasi utama antara PLN dan pelanggan di tengah kondisi darurat. Dengan pemantauan langsung, diharapkan setiap gangguan dapat ditindaklanjuti lebih cepat oleh petugas di lapangan.