MANADO — Nilai transaksi sebesar Rp1,88 triliun itu dihasilkan dari pertemuan bisnis yang mempertemukan puluhan perusahaan asal Jawa Timur dengan mitra usaha di Sulawesi Utara. Sektor perdagangan komoditas perikanan dan industri pengolahan kelapa menjadi penyumbang terbesar dalam misi dagang tersebut.
Sebagian besar transaksi didominasi oleh produk perikanan olahan asal Sulawesi Utara yang dipasok ke industri pengolahan di Jawa Timur. Di sisi lain, produk manufaktur dan bahan baku industri dari Jawa Timur juga masuk dalam daftar kesepakatan yang diteken kedua belah pihak.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara menyebut bahwa angka Rp1,88 triliun merupakan hasil dari 47 nota kesepahaman yang ditandatangani selama forum berlangsung. Angka ini melampaui target awal yang dipatok di kisaran Rp1,2 triliun.
Misi dagang ini membuka akses pasar bagi produk UMKM Sulawesi Utara ke jaringan distribusi modern di Jawa Timur. Beberapa pelaku usaha kecil di Bitung dan Minahasa Utara disebut telah mendapatkan kontrak pasokan rutin untuk produk ikan kaleng dan abon tuna.
Di sisi lain, pengusaha Jawa Timur juga mulai menjajaki investasi di kawasan industri Bitung. Investasi tersebut mencakup pembangunan gudang pendingin dan fasilitas pengolahan hasil laut yang ditargetkan beroperasi pada awal 2026.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berencana menggelar misi dagang balasan ke Surabaya pada kuartal pertama tahun depan. Langkah ini diambil untuk memperkuat rantai pasok komoditas unggulan dan memperluas kerja sama investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Forum tersebut juga menghasilkan komitmen untuk membentuk tim percepatan realisasi investasi lintas provinsi. Tim ini akan memantau implementasi setiap nota kesepahaman yang telah diteken agar tidak berhenti di atas kertas.