Bupati Minsel FDW-Theodorus Kawatu dan Forkopimda Hadiri Salat Iduladha di Kejari, Bukti Toleransi Nyata

Penulis: Boyke Sihombing  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:46:09 WIB
Bupati Minsel FDW-Theodorus Kawatu bersama Forkopimda mengikuti Salat Iduladha di halaman Kantor Kejari Minahasa Selatan.

AMURANG — Suasana teduh menyelimuti halaman Kantor Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan saat Salat Iduladha berlangsung. Di tengah barisan jamaah, hadir Bupati Minsel FDW-Theodorus Kawatu, Wakil Bupati Rocky Wowor, Kapolres AKBP S. Simamora, serta sejumlah pejabat dari Dandim dan Kejari. Mereka duduk bersimpuh bersama warga, mengikuti rangkaian ibadah hingga khotbah usai.

Bupati FDW-Theodorus Kawatu menyebut momen ini bukan sekadar seremoni tahunan. “Ini adalah bukti bahwa toleransi di Minsel bukan slogan. Kami hadir untuk menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi kami untuk saling menghormati dan bekerja sama,” ujarnya usai salat.

Salat Iduladha di Kejari: Simbol Kebersamaan Lintas Agama

Pemilihan lokasi di kantor Kejari dinilai strategis. Gedung penegak hukum itu menjadi titik temu antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa institusi hukum juga menjadi rumah bagi semua umat beragama,” kata Kepala Kejari Minsel, Alexander S. Rorimpandey.

Jamaah yang hadir memadati halaman yang sebelumnya disulap menjadi lapangan salat darurat. Tak ada sekat atau pembatas khusus. Semua duduk beralaskan karpet plastik yang digelar di atas aspal.

Iduladha Bukan Sekadar Ritual, Tapi Perkuat Silaturahmi

Wakil Bupati Rocky Wowor menambahkan bahwa momen Iduladha menjadi pengingat pentingnya semangat berkurban dan berbagi. “Kami di pemerintahan tidak hanya bekerja di meja, tapi juga turun langsung merasakan kebersamaan dengan warga,” katanya.

Usai salat, panitia menyembelih beberapa ekor sapi dan kambing kurban. Dagingnya langsung didistribusikan ke warga sekitar, termasuk ke kampung-kampung yang mayoritas penduduknya non-Muslim. “Ini tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun. Semakin mempererat kami,” ujar salah satu panitia, Jhonny Runtuwene.

Fakta Singkat: Toleransi di Minahasa Selatan

  • Minsel dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerukunan antaragama tinggi di Sulawesi Utara.
  • Setiap tahun, Forkopimda rutin menghadiri ibadah hari besar agama lain, termasuk Natal dan Paskah.
  • Pemkab Minsel mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan keagamaan lintas iman setiap tahun.

Bupati FDW-Theodorus Kawatu berharap tradisi ini terus berlanjut. “Kami ingin Minsel menjadi contoh bagi daerah lain. Toleransi bukan soal mengalah, tapi soal saling menghargai,” pungkasnya.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: manadopost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top