Obor GMIM Selasa 26 Mei 2026 Soroti Kisah Para Rasul 2:31-32, Nubuat yang Digenapi dan Kesetiaan Allah

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 25 Mei 2026 | 13:31:01 WIB
Jemaat GMIM Sulut mengikuti renungan harian Obor dengan tema nubuat yang digenapi dan kesetiaan Allah.

MANADO — Jemaat GMIM di seluruh Sulawesi Utara kembali menerima renungan harian Obor yang mengangkat tema teologis mendalam. Untuk Selasa 26 Mei 2026, bacaan yang diusung adalah Kisah Para Rasul 2:31-32 dengan judul "Nubuat Yang Digenapi, Allah Yang Setia."

Apa Isi Kisah Para Rasul 2:31-32?

Kisah Para Rasul 2:31-32 merupakan bagian dari khotbah Rasul Petrus pada hari Pentakosta. Dalam ayat itu, Petrus mengutip nubuat Raja Daud dari Mazmur 16 yang menubuatkan kebangkitan Mesias. Petrus menegaskan bahwa Daud telah melihat ke depan dan berbicara tentang kebangkitan Kristus, bahwa Ia tidak ditinggalkan di alam maut dan tubuh-Nya tidak mengalami kebinasaan.

Ayat 32 menjadi klimaks: "Yesus inilah yang dibangkitkan oleh Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi." Penegasan ini menjadi fondasi iman Kristen bahwa kebangkitan Yesus bukanlah mitos, melainkan peristiwa sejarah yang disaksikan para rasul.

Mengapa Tema Ini Relevan bagi Jemaat?

Renungan Obor GMIM edisi ini menyoroti dua kata kunci: nubuat yang digenapi dan kesetiaan Allah. Bagi jemaat di Minahasa yang hidup dalam realitas keseharian—mulai dari pergumulan ekonomi hingga dinamika sosial—pesan ini mengingatkan bahwa Allah tidak pernah ingkar janji. Sama seperti nubuat kebangkitan yang digenapi tepat waktu, setiap janji Allah dalam hidup orang percaya pasti terwujud.

Renungan harian semacam ini menjadi rutinitas rohani yang mengikat ribuan warga GMIM di Sulut. Obor GMIM sendiri sudah puluhan tahun menjadi bacaan wajib di banyak keluarga dan sekolah minggu.

Bagaimana Struktur Renungan Harian GMIM?

Setiap edisi Obor GMIM biasanya terdiri dari judul, ayat inti, renungan singkat, dan doa. Khusus edisi Selasa 26 Mei 2026 ini, fokus pada Kisah Para Rasul 2:31-32 mengajak jemaat merenungkan bagaimana kesetiaan Allah terbukti dalam sejarah keselamatan. Jemaat didorong untuk meneladani iman para rasul yang berani bersaksi meski menghadapi ancaman.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa 2.000 tahun lalu, melainkan realitas yang mengubah hidup orang percaya saat ini.

Dampak bagi Kehidupan Rohani Warga Sulut

Sulawesi Utara dengan mayoritas penduduk Kristen—khususnya dari Sinode GMIM—sangat akrab dengan bacaan Obor. Edisi tentang nubuat yang digenapi ini diharapkan memperkuat iman jemaat di tengah berbagai tantangan. Di banyak jemaat, renungan ini dibahas dalam kelompok kecil atau dibacakan saat ibadah keluarga.

Kesetiaan Allah yang menjadi tema utama menjadi penghiburan sekaligus tantangan: apakah jemaat juga setia dalam iman dan kesaksian sehari-hari?

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: manadopost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top