MANADO — Persentase tersebut mencapai 29,52 persen, menempatkan Sulawesi Utara di posisi teratas secara nasional. Indikator ini dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training), yang menyasar kelompok usia muda yang sepenuhnya di luar aktivitas pendidikan, pekerjaan, dan pelatihan keterampilan.
Angka Sulawesi Utara melampaui provinsi lain seperti Maluku yang mencatat 28,49 persen, Papua 26,34 persen, dan Maluku Utara 25,65 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia, di mana generasi muda semestinya menjadi motor produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Pemerhati dunia pendidikan, Ferry Jones Sangian, S.Sos, MAP, menilai situasi ini harus disikapi bersama melalui pendidikan keterampilan dan pemberdayaan pemuda. Menurutnya, komunitas anak muda di lembaga agama bisa menjadi wadah untuk memfasilitasi pelatihan entrepreneur.
“Menyikapi data anak muda usia produktif di Sulut yang tidak memiliki aktivitas positif dan produktif, menurut saya komunitas anak muda di lembaga agama bisa memfasilitasi pelatihan entrepreneur bagi anak muda,” ujar Ferry.
Ia juga mendorong pemerintah menghadirkan program pelatihan yang benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. “Pemerintah bisa memfasilitasi anak-anak muda Sulut dengan pelatihan keterampilan berupa life skill atau kecakapan hidup dengan memperhatikan kebutuhan pasar,” katanya.
Menurut Ferry, pelatihan berbasis kebutuhan pasar penting agar generasi muda tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Selain keterbatasan lapangan kerja, tingginya angka anak muda yang tidak bersekolah dan tidak bekerja juga dipengaruhi sejumlah faktor. Akses pelatihan yang belum merata, tantangan ekonomi keluarga, serta ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri disebut sebagai pemicu utama.
Kondisi ini menjadi sinyal perlunya kolaborasi lintas sektor—pemerintah daerah, dunia pendidikan, lembaga keagamaan, dan sektor industri—untuk memperluas akses pelatihan, pendampingan, serta peluang kerja bagi generasi muda di Sulawesi Utara.