BOLAANG MONGONDOW UTARA — Dari 18 inovasi yang masuk dalam lomba Inovasi Bolmut Fest 2026, hanya segelintir Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bolmut yang tercatat sebagai peserta. Dinas PPKBPPPA misalnya, mengirimkan tiga inovasi. Dinas Kesehatan menjadi yang paling aktif dengan empat inovasi, disusul Puskesmas Bolangitang dengan dua inovasi. Sisanya berasal dari pemerintah desa dan satu dari SMPN 6 Bolaang Mongondow Utara.
Kepala Bapelitbang Kabupaten Bolmut Aroman Talibo tak menampik fakta tersebut. Menurutnya, lomba ini justru digelar untuk memicu OPD yang belum memiliki inovasi agar mulai bergerak. “Mungkin belum ada inovasi yang memenuhi syarat untuk diikutkan. Atau mungkin juga belum ada inovasi,” ujarnya, seperti dikutip dari Sulawesion.
Aroman menegaskan, inovasi yang dilombakan adalah program yang sudah berjalan di lapangan, bukan sekadar rencana yang baru akan dilaksanakan tahun ini. Artinya, peserta yang mendaftar adalah OPD dan unit kerja yang benar-benar sudah memiliki terobosan nyata.
Dari 18 inovasi yang didaftarkan, sebanyak 12 inovasi berhasil lolos ke penilaian tahap dua. Rinciannya, sembilan inovasi berasal dari OPD dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), sementara tiga inovasi lainnya merupakan karya dari pemerintah desa.
Sebelum lomba dimulai, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara Aditya Pontoh membuka kegiatan coaching clinic inovasi daerah di Quality Hotel, Manado, pada Senin (18/5/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa inovasi daerah kini menjadi kebutuhan mutlak dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks menuntut pemerintah daerah untuk mampu bekerja lebih efektif, efisien, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Wabup.
Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kapasitas dan pemahaman dalam membangun budaya inovasi. Menurutnya, inovasi tidak harus berupa program besar dan rumit. Langkah sederhana yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sudah cukup berarti, seperti meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat proses birokrasi, dan mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Berikut nama-nama inovasi yang tercatat dalam ajang Inovasi Bolmut Fest Tahun 2026:
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan bisa mendorong lebih banyak OPD untuk berinovasi, bukan hanya sebagai syarat administratif, tetapi sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang.