Bupati Boltim Tutup Java Culture Fest 2026, UMKM dan Pasar Kangen Dorong Ekonomi Warga

Penulis: Boyke Sihombing  •  Senin, 18 Mei 2026 | 17:26:52 WIB
Bupati Boltim Oskar Manoppo menutup Java Culture Fest 2026 dengan prosesi pemotongan tumpeng.

BOLTIM — Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, bersama Wakil Bupati Argo V. Sumaiku menutup langsung Java Culture Fest (JCF) 2026. Prosesi pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur sekaligus tanda berakhirnya festival yang mengusung tema "Gangsal Angsal" itu.

Aktivitas Ekonomi Masyarakat Meningkat Selama Festival

Sepanjang pelaksanaan JCF, kawasan Lapangan Arjuna Purworejo dipadati warga yang mengikuti kirab budaya, pertunjukan seni, hingga pasar kuliner tradisional. Bupati Oskar Manoppo menyebut perbedaan budaya dan tradisi di Boltim bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun daerah yang harmonis.

“Perbedaan budaya dan tradisi bukan penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang harmonis dan maju bersama,” ujarnya dalam sambutan.

Dampak ekonomi dari festival ini terasa langsung. Para pelaku usaha kecil, pedagang kuliner, dan pengrajin lokal kebanjiran pengunjung di area Pasar Kangen dan pusat ekonomi kreatif yang dibuka selama acara.

Stan Desa hingga Hiburan Rakyat Meriahkan Malam Penutupan

Selain pertunjukan seni tradisional, JCF 2026 juga diramaikan workshop budaya dan pameran produk UMKM. Bupati dan wakil bupati menyempatkan diri mengunjungi stan desa serta mencicipi makanan khas Jawa yang disajikan masyarakat setempat.

Penutupan berlangsung meriah dengan hiburan musik dan penampilan budaya yang disaksikan warga hingga malam hari. Acara ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Boltim Rosita Manoppo Pobela, jajaran Forkopimda, camat, sangadi, serta perwakilan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Makna Tema "Gangsal Angsal": Keseimbangan dan Hasil Usaha Bersama

Bupati Oskar menjelaskan, tema "Gangsal Angsal" yang diusung tahun ini menggambarkan nilai keseimbangan, kebersamaan, dan hasil dari usaha bersama. Festival budaya, menurutnya, tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah mempererat hubungan antarkelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

Keberagaman budaya di Boltim dinilai menjadi kekuatan sosial yang mendukung pembangunan daerah. Dengan berakhirnya JCF 2026, pemerintah daerah berharap semangat kebersamaan dan geliat ekonomi yang tercipta bisa terus berlanjut di luar agenda tahunan tersebut.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: infokini.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top