Rupiah Tembus Rp17.395 per Dolar AS, Cek Kurs Bank Hari Ini

Penulis: Edi Wahyono  •  Senin, 11 Mei 2026 | 11:02:52 WIB
Rupiah melemah ke Rp17.395 per dolar AS, tercatat di kurs bank nasional hari ini.

Nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp17.395 per dolar AS. Pelemahan ini langsung terlihat pada kurs jual dan beli di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI. Masyarakat perlu mencermati selisih harga antar bank sebelum bertransaksi.

JAKARTA — Rupiah kembali tertekan dan menembus Rp17.395 per dolar AS. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat, terutama yang memiliki transaksi valuta asing atau kebutuhan impor.

Pelemahan dalam beberapa pekan terakhir membuat kurs di bank nasional ikut bergerak. Masyarakat yang hendak menukarkan uang perlu mencermati kurs jual dan beli di masing-masing bank. Selisih harga antar bank cukup bervariasi.

Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Bank Central Asia (BCA) mencatat kurs jual dolar AS lebih tinggi dari kurs tengah pasar. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri juga menyesuaikan harga jual dan beli seiring pelemahan rupiah. Bank Negara Indonesia (BNI) pun tak luput dari penyesuaian kurs harian.

Perbedaan kurs antar bank terjadi karena kebijakan spread atau margin masing-masing. Masyarakat disarankan membandingkan kurs di beberapa bank sebelum bertransaksi. Tujuannya, mendapatkan nilai tukar yang paling menguntungkan.

Apa yang Mendorong Pelemahan Rupiah?

Tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor eksternal, terutama penguatan dolar AS di pasar global. Suku bunga acuan The Fed yang masih tinggi membuat investor global memilih aset berbasis dolar. Akibatnya, mata uang negara berkembang seperti rupiah mengalami tekanan jual.

Di sisi domestik, permintaan dolar AS untuk impor dan pembayaran utang luar negeri menambah beban nilai tukar. Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah. Langkah ini mencegah fluktuasi yang terlalu tajam.

Dampak Pelemahan Rupiah bagi Masyarakat

Pelemahan rupiah berdampak langsung pada harga barang impor, mulai dari bahan baku industri hingga elektronik dan pakaian. Masyarakat juga merasakan kenaikan tiket pesawat rute internasional dan biaya pendidikan di luar negeri. Keduanya menggunakan patokan dolar AS.

Namun, bagi eksportir dan pekerja migran Indonesia (PMI), pelemahan rupiah menguntungkan. Penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih besar jika dikonversi ke rupiah. Sektor pariwisata juga berpotensi menarik lebih banyak wisatawan asing karena biaya berlibur di Indonesia lebih murah.

Apa Langkah BI Selanjutnya?

Bank Indonesia diprediksi terus menjaga stabilitas rupiah melalui operasi pasar terbuka dan kebijakan suku bunga. Pelaku pasar menunggu sinyal dari rapat dewan gubernur BI berikutnya. Arah suku bunga acuan menjadi kunci di tengah tekanan inflasi global.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong dolar AS secara berlebihan. Tindakan itu dapat memperburuk kondisi nilai tukar. Transaksi valuta asing sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan riil, bukan untuk spekulasi jangka pendek.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: finansial.bisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top