MANADO — Agenda kenegaraan di Sulawesi Utara tidak menghalangi Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman untuk merawat ikatan personal. Di tengah jadwal yang padat, mantan Kasad itu meluangkan waktu mengunjungi kediaman Revan Saputra Bangsawan (RSB), sosok yang selama ini telah dianggap sebagai bagian dari keluarga besarnya.
Dudung tidak datang sendirian. Ia tampak didampingi oleh sejumlah perwira tinggi TNI dari Letting 88. Kehadiran para jenderal ini mengubah suasana rumah RSB menjadi ruang temu kangen yang jauh dari kesan formal pejabat negara, menciptakan interaksi yang cair dengan tuan rumah maupun warga sekitar.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut disuguhi dengan deretan hidangan khas Sulawesi Utara. Sambil menikmati makan siang sederhana dan seruputan kopi lokal, Dudung bersama rombongan terlibat obrolan santai yang sesekali diselingi tawa. Tidak ada jarak yang membatasi komunikasi antara pejabat lingkaran Istana tersebut dengan warga yang hadir.
Bagi Dudung, kunjungannya ke Manado kali ini memiliki makna emosional yang mendalam. Ia menegaskan bahwa hubungan baik yang telah terjalin lama dengan RSB dan masyarakat setempat merupakan prioritas yang harus terus dijaga di tengah kesibukan menjalankan tugas negara.
“Kunjungan ini bukan soal jabatan, tetapi tentang persaudaraan yang dijaga dengan hati. Sulawesi Utara sudah seperti rumah kedua bagi saya,” ujar Dudung Abdurachman.
Revan Saputra Bangsawan mengaku sangat menghargai kehadiran Dudung di kediamannya. Menurutnya, sikap rendah hati yang ditunjukkan sang Jenderal memberikan kesan positif bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, terutama melihat bagaimana seorang pejabat tinggi tetap membumi.
“Beliau tetap menyempatkan hadir di tengah kesibukan negara. Ini menunjukkan beliau tidak melupakan hubungan persaudaraan,” kata RSB.
Pertemuan ini ditutup dengan cerita-cerita ringan seputar pengabdian kepada bangsa dan negara. Langkah Dudung yang memilih bersantai di rumah warga ketimbang berdiam di fasilitas mewah dinilai sebagai cerminan kepemimpinan yang mengedepankan sisi humanis dan kedekatan emosional dengan rakyat di daerah.