KMP Tude Docking, Rute Bitung-Lembeh Berhenti Mulai 6 Mei 2026

Penulis: Edi Wahyono  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00:26 WIB
KMP Tude resmi berhenti beroperasi sementara untuk perawatan rutin mulai 6 Mei 2026.

BITUNG — KMP Tude resmi berhenti melayani jalur penyeberangan Bitung menuju Pulau Lembeh untuk sementara waktu. Penghentian operasional ini dipicu jadwal perawatan rutin kapal yang memakan waktu satu bulan penuh.

Perumda Bangun Bitung merilis pengumuman resmi melalui Surat Edaran Nomor 216/PUD.BB/V/2026. Otoritas menegaskan bahwa docking tahunan merupakan prosedur wajib yang tidak dapat ditunda demi menjamin kelaikan armada.

Prioritaskan Keselamatan: KMP Tude Jalani Docking Tahunan

Plt. Direksi Perumda Bangun Bitung, Veysco Dandel, menyebut proses docking berlangsung sejak 6 Mei hingga 6 Juni 2026. Selama pemeliharaan, kapal feri tersebut ditarik dari jalur operasional untuk perbaikan teknis menyeluruh.

“Terhitung sejak tanggal 6 Mei 2026 sampai dengan 6 Juni 2026, KMP Tude akan menjalani docking tahunan. Dengan demikian, untuk sementara kapal belum dapat beroperasi,” ujar Dandel.

Dandel menekankan perawatan rutin krusial bagi keselamatan penumpang. Langkah teknis ini melibatkan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat guna memenuhi standar regulasi pelayaran nasional.

Imbauan bagi Penumpang dan Pelaku Logistik

Berhentinya operasional KMP Tude memengaruhi mobilitas warga serta distribusi logistik antara daratan Bitung dan Pulau Lembeh. Manajemen meminta pengguna jasa beralih ke opsi transportasi laut lain yang tersedia di pelabuhan.

Plt. Direksi Umum Perumda Bangun Bitung, Julius Ondang, mengimbau masyarakat mengatur ulang jadwal perjalanan. Penggunaan transportasi alternatif menjadi solusi agar denyut ekonomi tetap terjaga selama masa perbaikan.

”Diharapkan, setelah docking selesai, KMP Tude dapat kembali beroperasi secara optimal dalam melayani mobilitas masyarakat, khususnya rute Bitung–Pulau Lembeh,” kata Ondang.

Perumda Bangun Bitung berkomitmen mempercepat pengerjaan tanpa mengabaikan aspek keamanan. Pemeliharaan ini merupakan wujud nyata janji pelayanan bagi warga Sulawesi Utara yang bergantung pada jalur penyeberangan tersebut.

Reporter: Edi Wahyono
Back to top