Muaythai Bitung Bidik Prestasi Dunia Usai Richaed Mamuntu Resmi Jadi Ketua

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 09:24:03 WIB
Richaed Mamuntu resmi memimpin Muaythai Sulawesi Utara dengan target prestasi dunia.

BITUNG — Cabang olahraga Muaythai di Kota Bitung kini menatap panggung internasional. Langkah besar ini menjadi prioritas utama setelah kepengurusan definitif terbentuk melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa yang digelar di Graha Gubernur Sulawesi Utara, Senin (4/5/2026).

Ketua Muaythai Sulawesi Utara, Gladis Mangundap, menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada Richaed Mamuntu. Gladis menegaskan bahwa Bitung memiliki potensi besar yang selama ini menunggu wadah organisasi yang solid untuk berkembang.

Target Medali di IFMA World Championship Kuala Lumpur

Kejuaraan dunia IFMA di Malaysia menjadi ujian perdana bagi kepengurusan pimpinan Richaed Mamuntu. Salah satu atlet andalan yang dipastikan berangkat mewakili Indonesia adalah Wulan Joseph.

“Kami mendapat kepercayaan untuk mengirim atlet ke ajang dunia tersebut. Ini momentum penting karena atlet kita akan bersaing dengan yang terbaik dari seluruh dunia,” ujar Gladis Mangundap.

Richaed Mamuntu, yang akrab disapa Ical, menegaskan bahwa keikutsertaan atlet Bitung di Kuala Lumpur bukan sekadar partisipasi. Ia menargetkan hasil maksimal untuk membawa pulang medali ke Sulawesi Utara.

“Kami tidak ingin berjalan lambat. Atlet Bitung sudah kami siapkan. Ini bukan hanya ikut bertanding, tapi kami ingin membawa nama Bitung dan Indonesia dengan hasil terbaik,” tegas Ical.

Visi Ical Mamuntu: Bangun Mental dan Disiplin Atlet

Selain fokus pada kejuaraan jangka pendek, Ical menekankan pentingnya fondasi karakter bagi para petarung muda. Menurutnya, Muaythai bukan sekadar adu fisik di atas ring, melainkan sarana pembentukan mentalitas tangguh.

“Muaythai adalah tentang membentuk mental, disiplin, dan daya juang anak-anak muda agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan,” katanya.

Ical berkomitmen untuk memulai pembinaan sejak usia dini. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan regenerasi atlet yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang stabil di level profesional.

Fokus Pembinaan Atlet dari Komunitas Akar Rumput

Struktur kepengurusan baru ini juga diperkuat oleh Mario Mamuntu, tokoh pemuda yang dikenal aktif dalam pengembangan bakat olahraga di Bitung. Mario menyoroti banyaknya potensi atlet yang justru lahir dari lingkungan non-formal atau jalanan.

“Bakat-bakat dari jalanan hingga komunitas sudah terbukti bisa menembus level profesional. Itu yang akan terus kami dorong dan kembangkan,” ujar Mario pada Rabu (6/5).

Ia meyakini bahwa kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk Forkopimda dan komunitas lokal, akan mempercepat terciptanya ekosistem olahraga yang sehat. Mario optimistis Bitung bisa menjadi lumbung atlet Muaythai yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin Muaythai benar-benar hidup di tengah masyarakat. Pembinaan harus dimulai dari bawah, dari komunitas hingga ke tingkat profesional,” pungkasnya.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Back to top