MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai mematangkan persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui penguatan koordinasi lintas lembaga bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Agenda nasional ini dijadwalkan berlangsung serentak pada Mei hingga Agustus 2026 mendatang.
Sekretaris Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, menerima kunjungan kerja Kepala BPS Sulut, Dr. Watekhi, di ruang rapat Sekprov, Selasa (5/5/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan sinkronisasi data ekonomi makro dan mikro di Bumi Nyiur Melambai.
Pelaksanaan SE2026 merupakan hajatan besar sepuluh tahunan untuk memotret struktur ekonomi secara menyeluruh. Dr. Watekhi menekankan bahwa dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi variabel kunci agar petugas di lapangan mendapatkan akses data yang valid.
“Terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Sensus Ekonomi 2026 adalah agenda besar yang membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujar Watekhi dalam pertemuan tersebut.
Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi perdana Watekhi sejak resmi menjabat Kepala BPS Sulut pada 4 Mei 2026. Ia berharap hubungan kelembagaan dengan Pemprov semakin solid demi menghasilkan data yang mampu menggambarkan kondisi riil perekonomian daerah.
Sekretaris Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, menyatakan komitmen penuh jajarannya dalam mendukung kelancaran SE2026. Menurutnya, data statistik yang akurat sangat krusial bagi pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Pemprov Sulut menjadikan data berkualitas sebagai fondasi utama perencanaan. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat sektor ekonomi unggulan di kabupaten dan kota.
“Sensus Ekonomi menjadi instrumen penting untuk membaca struktur ekonomi daerah secara lebih detail dan akurat,” tegas Tahlis Gallang.
Pertemuan tersebut menegaskan arah baru kerja sama antara Pemprov Sulut dan BPS. Fokus utamanya tidak hanya pada pelaksanaan sensus, tetapi juga membangun ekosistem data yang kuat sebagai dasar perencanaan pembangunan jangka panjang di Sulawesi Utara.