Otoritas Jasa Keuangan Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mengingatkan mahasiswa di Manado agar tidak mudah tergiur tawaran investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar menyampaikan imbauan itu di Manado, Jumat, dengan menekankan pentingnya memahami produk keuangan sebelum menempatkan dana. Langkah ini bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.
MANADO — OJK Sulutgo menyoroti maraknya tawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil tidak wajar dan menyasar kalangan muda, termasuk mahasiswa. Robert Sianipar menilai pemahaman atas produk dan layanan keuangan menjadi kunci sebelum seseorang memutuskan berinvestasi.
Ciri Investasi Ilegal yang Harus Diwaspadai Mahasiswa
OJK menyebut beberapa tanda yang perlu dicermati: keuntungan yang tidak masuk akal, janji cepat kaya, dan desakan agar calon investor segera menyetorkan dana. Mahasiswa juga diminta tidak langsung percaya pada informasi investasi yang berseliweran di media sosial maupun aplikasi pesan.
Setiap tawaran, menurut Robert, wajib dicek legalitas dan kredibilitas penyelenggaranya lebih dulu. Produk keuangan yang aman adalah yang berada dalam pengawasan regulator sesuai ketentuan.
Pahami Risiko, Bukan Cuma Potensi Untung
Robert menekankan bahwa calon investor perlu mempertimbangkan risiko, bukan hanya potensi keuntungan. Pemahaman soal pengelolaan keuangan dinilai penting bagi mahasiswa agar keputusan finansial mereka lebih hati-hati.
"Mahasiswa dinilai perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai produk dan layanan keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi," kata Robert.
Edukasi Keuangan Dilakukan Berkelanjutan
OJK Sulutgo menjalankan sejumlah program edukasi secara berkelanjutan untuk mendorong masyarakat mengelola keuangan dengan bijak. Edukasi itu juga diarahkan agar warga memahami risiko yang bisa muncul dari penggunaan produk dan layanan keuangan.
Robert berharap literasi keuangan yang meningkat membuat mahasiswa lebih kritis menghadapi tawaran investasi. Dengan memahami risiko dan memeriksa legalitas, generasi muda diharapkan memanfaatkan produk keuangan secara aman dan bertanggung jawab.