KOTAMOBAGU — Kemenag Kota Kotamobagu tidak lagi berjalan sendiri dalam urusan pembinaan keagamaan. Lembaga ini kini resmi bersinergi dengan IAIM, sebuah perguruan tinggi keagamaan Islam di daerah tersebut, untuk memperluas jangkauan program moderasi beragama.
Rektor IAIM Kotamobagu, Dr. Feiby Ismail, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis Kemenag. "Kami datang untuk bersinergi. IAIM siap menjadi mitra strategis Kemenag dalam penguatan pendidikan Islam, moderasi beragama, dakwah, hingga program pemberdayaan masyarakat," ujarnya di Kotamobagu, Kamis.
Ia menambahkan, sebagai perguruan tinggi keagamaan, IAIM memiliki kapasitas dan sumber daya yang bisa dioptimalkan untuk mendukung program Kementerian Agama di tingkat kota.
Kampus Jadi Ujung Tombak Perluasan Wawasan Keagamaan
Kepala Kantor Kemenag Kota Kotamobagu, Jamaluddin Lamato, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran IAIM menjadi angin segar bagi upaya peningkatan kualitas layanan dan pembinaan keagamaan di wilayah tersebut.
"Kemenag sangat terbuka dengan perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK). IAIM dapat menjadi mitra strategis Kemenag, terutama dalam penguatan moderasi beragama di kalangan mahasiswa dan masyarakat," jelas Jamaluddin.
Dengan adanya kerja sama ini, penguatan moderasi beragama kepada masyarakat dinilai akan semakin luas. Cara berpikir warga diharapkan semakin terbuka, dengan sikap dan praktik beragama yang adil dan berimbang.
Yang Dimoderasi Cara Pandang, Bukan Ajaran Agama
Jamaluddin menekankan pentingnya pemahaman yang tepat soal konsep moderasi beragama. Ia meluruskan bahwa yang dimoderasi adalah cara pandang dan perilaku penganutnya, bukan ajaran agamanya.
"Agama itu sendiri sudah mengandung prinsip keadilan. Yang dimoderasi adalah cara pandang dan perilaku penganutnya, bukan ajaran agamanya," ujarnya.
Tujuannya jelas, yakni menghindari perilaku ekstrem atau berlebihan agar tercipta kehidupan beragama yang rukun dan harmonis di tengah keragaman. Kerja sama ini diharapkan menciptakan dampak nyata, baik bagi sivitas akademika internal kampus maupun bagi masyarakat luas di Kotamobagu.