Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menargetkan pertumbuhan ekonomi provinsi berpenduduk lebih 2,7 juta jiwa itu menembus delapan persen pada 2028. Optimisme tersebut disampaikan Yulius di Manado, dengan menyoroti pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah di darat, air, hingga hutan. Target itu dinilai realistis seiring persetujuan 63 blok wilayah pertambangan rakyat (WPR) untuk Sulut dari Kementerian ESDM.
MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menargetkan pertumbuhan ekonomi provinsi itu menembus delapan persen pada 2028. Yulius menyampaikan hal tersebut di Manado, dengan menyoroti sumber daya alam Sulut yang dinilai sangat berlimpah.
"Kita boleh bersyukur berterima kasih kepada Tuhan di mana sumber daya alam Sulawesi Utara sangat berlimpah baik di dalam air, di atas air sampai dengan di gunung, di hutan, kita semua punya," kata Yulius.
Menurut Yulius, kunci utama bukan sekadar kekayaan alam, melainkan kemampuan sumber daya manusia mengelola, menjaga, dan merawat potensi tersebut dengan baik.
Yulius mencontohkan sektor sumber daya mineral sebagai salah satu penopang utama. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menyetujui 63 blok wilayah pertambangan rakyat (WPR) untuk Sulawesi Utara.
"Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyetujui sebanyak 63 blok wilayah pertambangan rakyat atau WPR untuk Sulawesi Utara, ini akan kita manfaatkan sebaik-baiknya," ujar Yulius.
Jika potensi pertambangan emas tersebut diberdayakan, diawasi, dan dijaga dengan baik, pendapatan asli daerah dari sektor mineral diperkirakan bisa mencapai Rp5 triliun. Angka itu belum termasuk pendapatan dari sumber lainnya.
Pemerintah provinsi, kata Yulius, telah menghitung skenario pencapaian target. Pada 2028, apabila pendapatan asli daerah sudah mencapai Rp8 triliun, pertumbuhan ekonomi Sulut diproyeksikan berada di angka delapan persen.
"Kalau potensi-potensi ini kita gunakan, Saya percaya ke depan Sulawesi Utara akan bertumbuh. Sesuai harapan kita ke pertumbuhan ekonomi bisa mencapai delapan persen," katanya.
Yulius menegaskan target tersebut tidak muluk-muluk. Purnawirawan jenderal bintang dua itu menilai pemberdayaan sektor mineral secara terukur akan mendorong kenaikan pendapatan asli daerah secara signifikan.
Untuk merealisasikan target tersebut, Yulius mengajak aparatur sipil negara di jajarannya bekerja dengan baik dan tulus. Menurut dia, pengelolaan sumber daya alam yang rapi hanya bisa terwujud jika birokrasi bergerak disiplin.
Dengan penduduk lebih dari 2,7 juta jiwa, Sulawesi Utara memiliki basis ekonomi dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga pertambangan. Pemerintah provinsi kini menyiapkan langkah pemanfaatan 63 blok WPR sebagai salah satu motor pertumbuhan menuju 2028.