Harga Pangan Picu Inflasi Sulawesi Utara 0,29% pada Agustus 2026, Minahasa Utara Tertinggi

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 01 September 2026 | 21:01:32 WIB
Petugas menunjukkan data Indeks Harga Konsumen di Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (01/09/26).

MANADO — Empat daerah di Sulawesi Utara yang dihitung Indeks Harga Konsumen seluruhnya mencatat inflasi pada Agustus 2026, dengan Minahasa Utara memimpin di angka 0,92%. Kondisi ini berbalik dari bulan sebelumnya ketika provinsi ini mengalami deflasi dalam.

Kepala BPS Sulawesi Utara Watekhi menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang andil inflasi terbesar sebesar 0,19 persen, disusul transportasi 0,09 persen.

Minahasa Utara Tertekan Lonjakan Harga Kangkung

Kangkung menjadi komoditas pendorong inflasi terbesar di Minahasa Utara dengan andil 0,47 persen. Berbeda dengan Manado dan Minahasa Selatan yang inflasinya didorong cabai rawit, sementara Kotamobagu dipicu harga cakalang diawetkan.

Tomat menjadi penahan laju inflasi di keempat daerah tersebut. Komoditas ini tercatat mengalami deflasi.

Transportasi, Pendidikan, dan Makanan Sumbang Inflasi Terbesar

Berdasarkan rilis BPS yang disampaikan Selasa (01/09/26), kelompok transportasi mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,71 persen. Disusul pendidikan 0,63 persen serta makanan, minuman, dan tembakau 0,57 persen.

Cabai rawit menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi sebesar 0,33 persen. Kangkung menyusul dengan 0,14 persen dan angkutan udara 0,07 persen.

Deflasi Tomat, Bawang Merah, dan Bawang Putih

Di sisi lain, tomat mengalami deflasi terbesar dengan penurunan 0,48 persen. Bawang merah dan bawang putih masing-masing turun 0,07 persen dan 0,06 persen.

Inflasi Tahunan Masih di Atas Target Nasional

Inflasi tahun kalender hingga Agustus 2026 mencapai 3,68 persen, sedikit di atas rentang sasaran pemerintah. Sementara inflasi tahunan tercatat 3,99 persen.

Perhitungan IHK bulan Agustus mencakup Kota Manado dengan inflasi 0,14 persen, Minahasa Selatan 0,28 persen, dan Kotamobagu 0,04 persen.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: barometer.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top