Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado menggelar Bimbingan Tahsin Tilawatil Al-Qur'an bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kota Manado. Kegiatan ini bertujuan menyempurnakan bacaan Al-Qur'an para pendidik agar sesuai kaidah ilmu tajwid dan makharijul huruf, Jumat.
MANADO — Puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Manado mengikuti Bimbingan Tahsin Tilawatil Al-Qur'an yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Kegiatan ini menyasar guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an.
Kepala Kantor Kemenag Kota Manado, Rogaya Udin, menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur'an yang baik bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan pokok bagi seorang pendidik. Guru adalah panutan bagi anak didiknya, sehingga bacaan yang benar menjadi syarat mutlak keteladanan.
Rogaya menjelaskan, bimbingan tahsin ini dirancang untuk membekali para guru dengan kemampuan melafalkan huruf-huruf hijaiyah dari tempat keluarnya (makharijul huruf) serta menerapkan hukum bacaan tajwid secara tepat. Hal ini dinilai krusial karena kesalahan kecil dalam pelafalan dapat mengubah makna ayat.
“Guru adalah panutan bagi anak-anak didik. Karena itu, guru harus membekali dirinya dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang benar sesuai makharijul huruf,” ujarnya di Manado, Jumat.
Menurutnya, peningkatan kompetensi ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas. Ketika guru mampu membaca dengan fasih dan benar, proses transfer ilmu kepada siswa menjadi lebih efektif dan terpercaya.
Kegiatan ini turut dihadiri Pengawas PAI dan para guru se-Kota Manado. Materi disampaikan oleh narasumber Endhar Mokodongan dan Yuni H. Purnomo yang berkompeten di bidang tahsin dan tilawah.
Perwakilan Bidang Pendidikan Islam Kemenag Sulut, Mustari Masloman, mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Ia menekankan bahwa kesempatan belajar langsung dari pengajar kompeten tidak datang setiap saat.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperbaiki dan menyempurnakan bacaan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan makharijul huruf, sehingga dapat menjadi teladan yang benar bagi peserta didik,” katanya.
Rogaya menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antara jajaran Kementerian Agama dengan para guru PAI di Kota Manado. Ia berharap program tahsin ini dapat berjalan berkesinambungan dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah.