KOTAMOBAGU — Program Anak Asuh resmi dihidupkan lagi setelah vakum dalam beberapa periode. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Kotamobagu, Hamdan Mokoagow, menyebut kebangkitan program ini merupakan komitmen langsung dari Walikota dr. Weny Gaib bersama Wakil Walikota.
Setiap siswa penerima manfaat mendapatkan dana sebesar Rp 1.750.000. Penyerahan dilakukan secara simbolis di tengah jalannya upacara peringatan detik-detik Proklamasi, sebuah momen yang sengaja dipilih agar semangat kemerdekaan beriringan dengan semangat menuntut ilmu.
"Program Anak Asuh ini sempat terhenti. Namun, berkat perhatian dan komitmen Walikota Kotamobagu dr. Weny Gaib beserta Wakil Walikota, program ini kembali digulirkan demi meringankan beban para wali murid di Kota Kotamobagu," ujar Hamdan Mokoagow kepada awak media di lokasi kegiatan.
Penerima pada tahap awal ini merupakan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tersebar di wilayah Kotamobagu. Total dana yang digelontorkan pada pencairan perdana mencapai Rp 437,5 juta.
Hamdan menambahkan, bantuan ini diharapkan dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak. Pemerintah kota berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam program-program yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Pemilihan momen pembagian bantuan di hari kemerdekaan bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin menanamkan pesan bahwa generasi muda adalah penerus estafet pembangunan daerah, sehingga akses pendidikan harus terus dijaga.
Ke depan, pemerintah kota akan mengevaluasi pelaksanaan tahap pertama ini sebelum memastikan kelanjutan program bagi gelombang berikutnya. Para wali murid yang anaknya belum menerima manfaat pada tahap ini masih memiliki peluang pada pencairan selanjutnya.