SULAWESI UTARA — Penarikan massal ini menyusul insiden fatal yang melibatkan Xiaomi SU7 pada Oktober 2025, di mana pengemudi tewas setelah mobil terbakar karena orang di sekitar tidak bisa membuka pintu untuk mengevakuasi korban. Regulator China menilai mekanisme pelepas pintu darurat yang tersembunyi sulit ditemukan dan dioperasikan dalam kondisi darurat, terutama setelah tabrakan.
Recall untuk Tesla China dimulai 25 September dengan solusi berupa label peringatan dan pembaruan over-the-air (OTA) yang secara otomatis menurunkan kaca jendela setelah kecelakaan. Langkah ini memudahkan akses penyelamat ke kabin tanpa harus membuka pintu secara manual.
Masalah gagang pintu tersembunyi ala Tesla memang sudah lama menjadi sorotan. Mekanisme pelepas darurat interior kerap tidak diberi penanda jelas, menyulitkan penumpang yang panik saat kondisi kritis.
Selain Tesla, sejumlah pabrikan China juga mencatat rekor recall terbesar mereka. Xiaomi menarik 390.000 unit, Leapmotor 371.000 unit, dan Xpeng 264.000 unit. Geely juga ikut dalam gelombang penarikan ini, meski jumlah pastinya belum diumumkan resmi.
Mayoritas perbaikan dilakukan melalui pembaruan OTA sehingga pemilik tidak perlu repot membawa kendaraan ke bengkel. Prosesnya relatif cepat dan tidak mengganggu aktivitas harian pengguna.
Pemerintah China juga mengeluarkan recall terpisah untuk 50.000 unit Tesla Model 3, Model X, dan Model S impor produksi 2019–2026. Penyebabnya berbeda: sistem pemantauan pengemudi (driver monitoring system) dinilai justru meningkatkan risiko tabrakan.
Sebagian kendaraan dapat diperbaiki melalui pembaruan software, namun beberapa unit memerlukan penggantian kamera kabin baru. Langkah ini menunjukkan pengawasan ketat Beijing terhadap keselamatan kendaraan listrik, termasuk komponen yang jarang mendapat perhatian publik.
China menjadi negara pertama yang melarang penggunaan gagang pintu rata (flush-mounted) ala Tesla mulai 2027. Regulasi ini muncul setelah Beijing meningkatkan pengawasan industri EV dan menerapkan standar keselamatan lebih ketat.
Tesla memang pelopor desain gagang pintu tersembunyi yang mendukung aerodinamika dan tampilan futuristik. Namun banyak pabrikan lain ikut mengadopsi gaya ini tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan darurat secara serius.
Keputusan China ini menjadi preseden penting bagi pasar otomotif global. Desain yang mengutamakan estetika kini harus berhadapan dengan tuntutan keselamatan yang semakin ketat, terutama untuk kasus kebakaran kendaraan listrik yang menyisakan sedikit waktu evakuasi.