SULAWESI UTARA — Kenaikan harga mobil listrik BYD di Indonesia akhirnya terjadi, namun tidak merata di seluruh lini produk. Berdasarkan pantauan di laman resmi BYD Indonesia, hanya BYD M6 EV tipe Standard yang mengalami penyesuaian harga, naik dari Rp 383 juta menjadi Rp 395 juta mulai Juli 2026. Dua varian M6 lainnya, Super dan Superior Captain, masih dipatok di angka Rp 423 juta dan Rp 433 juta.
Kabar baiknya, model-model lain seperti Atto 1, Dolphin, Seal, hingga Sealion 7 tidak mengalami perubahan harga. Total ada 16 varian yang tersedia di pasar Indonesia, mulai dari segmen city car hingga SUV premium.
Berikut adalah daftar lengkap harga mobil BYD yang berlaku per Agustus 2026, sebagaimana tercantum di situs resmi BYD Indonesia:
Dari daftar tersebut, BYD Atto 1 STD menjadi model termurah dengan harga Rp 199 juta. Varian ini menjadi satu-satunya mobil BYD yang bisa ditebus di bawah Rp 200 juta, menjadikannya pintu masuk paling terjangkau untuk memiliki mobil listrik dari merek asal China ini.
Atto 1 sendiri ditawarkan dalam dua pilihan baterai: 30,08 kWh dan 38,88 kWh. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 380 km dalam sekali pengecasan, cukup kompetitif untuk penggunaan harian di dalam kota.
Setiap model BYD memiliki spesifikasi baterai dan jarak tempuh yang berbeda-beda. Paling rendah mampu menempuh 300 km, sementara varian tertinggi diklaim bisa mencapai 650 km sekali pengecasan.
Untuk BYD M6, tersedia dua opsi baterai: 55,4 kWh dengan jarak tempuh 420 km, dan 72,8 kWh yang mampu menempuh 530 km. Sementara BYD Atto 3 Advanced Plus dibekali baterai 49,92 kWh dengan jarak tempuh 410 km.
BYD Dolphin hadir dengan baterai 44,9 kWh (jarak tempuh 410 km) dan 60,48 kWh (jarak tempuh 490 km). Untuk segmen sedan dan SUV premium, BYD Seal dan Sealion 7 sama-sama mengusung baterai 82,56 kWh, namun jarak tempuhnya berbeda: Seal Premium 650 km, Seal Performance AWD 580 km, Sealion 7 Premium 567 km, dan Sealion 7 Performance 542 km.
BYD juga punya lini plug-in hybrid lewat M6 DM yang bisa menjadi opsi bagi pembeli yang belum siap full listrik. Ada dua opsi baterai: 7,4 kWh dengan jarak tempuh 45 km dalam mode full listrik, dan 18,3 kWh yang bisa menjelajah sejauh 110 km. Baterai ini dipadukan dengan mesin bensin, sehingga dalam kondisi tangki dan baterai penuh diklaim bisa tembus 1.000-an km.
Kenaikan harga Rp 12 juta pada M6 Standard memang tidak terlalu signifikan, tapi tetap menambah beban bagi konsumen yang menargetkan varian termurah MPV listrik ini. Perlu dicatat juga bahwa harga-harga tersebut belum termasuk biaya administrasi dan pajak yang biasanya menambah total ongkos keluar.
Bagi yang mencari mobil listrik termurah, Atto 1 STD di Rp 199 juta jelas paling menarik. Namun dengan jarak tempuh 380 km dan baterai 30,08 kWh, varian ini lebih cocok untuk penggunaan harian di perkotaan daripada perjalanan antar kota. Untuk kebutuhan jarak jauh, Seal Premium dengan jarak tempuh 650 km menjadi pilihan paling rasional di kelasnya, meski harus merogoh kocek Rp 639 juta.